Tehran, Purna Warta – Pasukan Darat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan telah membongkar sebuah kelompok teroris bersenjata dalam sebuah operasi di wilayah perbatasan barat laut Iran, dengan menewaskan enam anggotanya.
Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Markas Hamzeh Sayyid al-Shohada milik IRGC pada hari Selasa, sel teroris tersebut memasuki kawasan perbatasan barat laut Iran dengan tujuan melakukan aksi sabotase dan operasi teroris.
Pernyataan itu menjelaskan bahwa para militan berhasil dicegat oleh pasukan IRGC dalam sebuah penyergapan yang telah direncanakan sebelumnya, sebelum mereka sempat melaksanakan misinya.
Bentrokan terjadi di kawasan pegunungan yang terletak di antara kota Mahabad dan Piranshahr, di Provinsi Azerbaijan Barat, Iran.
IRGC menyatakan bahwa operasi tersebut didukung oleh tembakan senjata berat dan berakhir dengan penghancuran total tim yang beranggotakan enam orang tersebut.
Menurut pernyataan itu, pasukan Iran berhasil menemukan jenazah empat anggota kelompok tersebut, beserta sejumlah senjata dan perlengkapan militer, setelah bentrokan berakhir.
Markas Hamzeh Sayyid al-Shohada juga kembali memperingatkan kelompok-kelompok separatis bersenjata bahwa setiap upaya untuk mengganggu keamanan di wilayah perbatasan barat laut Iran akan menghadapi “respons yang tegas dan membuat pelakunya menyesal.”
Dalam pernyataan terpisah yang dirilis pada hari yang sama, kelompok teroris Partai Kehidupan Bebas Kurdistan (PJAK) mengonfirmasi bahwa empat anggotanya tewas dalam bentrokan dengan pasukan IRGC di kawasan pegunungan antara Mahabad dan Piranshahr.
PJAK merupakan kelompok pecahan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK), organisasi militan yang berbasis di wilayah pegunungan berpenduduk mayoritas Kurdi di Turki tenggara dan Irak utara.
Angkatan bersenjata Iran menegaskan bahwa mereka akan memberikan respons yang tegas terhadap setiap aktivitas bersenjata yang dilakukan oleh kelompok separatis maupun kelompok militan. Setelah operasi terbaru tersebut, para pejabat militer kembali menegaskan bahwa mereka tidak akan mentoleransi tindakan permusuhan dari organisasi-organisasi bersenjata yang berupaya mengancam keutuhan wilayah maupun keamanan perbatasan Iran.


