Iran Tembak Jatuh Lagi Drone Israel Buatan Amerika

drone

Tehran, Purna Warta – Pasukan bersenjata Iran telah menembak jatuh satu lagi drone canggih buatan Amerika milik rezim Israel di provinsi Ilam, yang berbatasan dengan Irak.

Wakil gubernur provinsi bidang politik dan keamanan mengumumkan pada hari Senin bahwa drone canggih buatan Amerika milik rezim Zionis Israel tersebut dijatuhkan oleh sistem pertahanan terintegrasi militer Republik Islam Iran.

Baca juga: Hamas Puji Peran Krusial Komandan Iran yang Syahid dalam Dukungan bagi Perjuangan Palestina

“Drone tersebut, tipe General Atomics MQ-9, dihantam oleh sistem pertahanan Republik Islam Iran pagi ini (Senin) di wilayah Ain al-Sawlah, distrik Dasht Abbas, kota perbatasan Dehloran,” kata Tajeddin Salehian.

Ini merupakan drone canggih keempat milik Israel yang berhasil ditembak jatuh di provinsi tersebut.

Brigadir Jenderal Ahmad-Ali Goudarzi, komandan pasukan penjaga perbatasan, mengumumkan dalam pernyataannya pada hari Minggu bahwa pasukan Iran telah menembak jatuh 44 drone dan quadcopter milik Israel di sepanjang perbatasan selama 48 jam terakhir.

Ia menyebut bahwa kendaraan udara tak berawak (UAV) tersebut mencoba menembus wilayah udara Iran di berbagai titik perbatasan, namun “berhasil dideteksi dan dihancurkan oleh para penjaga perbatasan yang waspada dan berani.”

Ia juga menegaskan kembali bahwa pasukan Iran sepenuhnya siap untuk mengendalikan dan mengamankan wilayah perbatasan negara, serta memperingatkan bahwa setiap pelanggaran oleh “kelompok teroris, geng bersenjata, atau unsur musuh” akan dihadapi dengan kekuatan.

Sementara itu, seorang komandan senior Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa kerusakan yang ditimbulkan terhadap rezim Israel dalam Operasi Janji Sejati III “jauh melampaui” yang diperkirakan oleh rezim tersebut.

Baca juga: Pemadaman Media: Israel Larang Siaran Langsung Udara Saat Rudal Iran Menggempur Wilayah Pendudukan

IRGC memulai operasi balasan tersebut pada Jumat malam, beberapa jam setelah rezim Israel—dengan dukungan Amerika Serikat—meluncurkan agresi militer besar-besaran ke berbagai lokasi di dalam Iran, menargetkan fasilitas nuklir, infrastruktur militer, dan bangunan pemukiman di Teheran serta kota-kota lainnya.

Operasi tersebut dimulai segera setelah Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, menyampaikan pesan televisi, menyatakan bahwa rezim Israel yang “keji” akan “dibuat tak berdaya” sebagai balasan oleh Angkatan Bersenjata Republik Islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *