Teheran, Purna Warta – Kepala Badan Antariksa Iran menguraikan peta jalan tiga fase untuk mencapai orbit geostasioner pada ketinggian 36.000 kilometer, dengan mengatakan rencana tersebut mencakup pengembangan satelit canggih, kendaraan transfer orbit, dan peluncur alat berat.
Dalam wawancara dengan Tasnim, Hassan Salariyeh mengatakan tahap pertama melibatkan pengembangan satelit seperti Nahid-3, yang dilengkapi dengan teknologi canggih untuk pengendalian sikap, komunikasi, dan penentuan posisi di ketinggian.
Dia mengatakan tahap kedua berfokus pada perancangan dan pembangunan kendaraan transfer orbital yang awalnya digerakkan oleh tenaga penggerak bahan bakar cair dan kemudian oleh mesin kriogenik. Menurut Salariyeh, kendaraan ini tidak hanya akan mentransfer satelit ke orbit geostasioner (GEO) tetapi juga akan berfungsi sebagai infrastruktur inti negara untuk menyebarkan konstelasi satelit dan melakukan peluncuran multi-satelit.
Fase ketiga, kata dia, adalah pengembangan kendaraan peluncur angkut berat, termasuk peluncur Qaem-120 dan Phoenix (Qoqnoos), yang mampu menempatkan satelit dan kendaraan pemindah orbit ke orbit parkir sebelum dipindahkan ke orbit yang lebih tinggi.
Salariyeh mencatat bahwa, di bawah pembagian tanggung jawab antara Kementerian Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Organisasi Industri Dirgantara, pekerjaan pada ketiga fase tersebut berjalan secara bersamaan.


