Teheran, Purna Warta – Kementerian Luar Negeri Iran mengecam keras serangan militer rezim Israel terhadap Qatar dan upaya pembunuhan terhadap para pemimpin Palestina sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam PBB dan tindakan agresi langsung terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Qatar.
Baca juga: Pemimpin Besar Iran Beri Amnesti dan Pengurangan Hukum kepada Narapidana Iran yang Penuhi Syarat
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Selasa, Kementerian Luar Negeri menyampaikan belasungkawa kepada warga Palestina dan Qatar yang tewas dalam serangan Israel, menyebut operasi tersebut sebagai tindakan teroris dan bukti nyata dari sifat berbahaya, ekspansionis, dan teroris dari rezim Zionis.
Kementerian Luar Negeri menekankan bahwa, selain pembunuhan dan genosida yang sedang berlangsung di Palestina yang diduduki, serangan tersebut memperluas agresi rezim Israel ke seluruh kawasan, yang menimbulkan ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap perdamaian dan stabilitas regional dan global.
Pernyataan tersebut menggarisbawahi bahwa AS dan pendukung keuangan, militer, dan politik rezim Israel lainnya terlibat dalam kejahatan ini dan harus bertanggung jawab atas pelanggaran berulang rezim tersebut terhadap hukum internasional.
Menegaskan kembali solidaritas Iran dengan pemerintah dan rakyat Qatar dalam menghadapi agresi brutal ini, Kementerian Luar Negeri mendesak Dewan Keamanan PBB, Organisasi Kerja Sama Islam, dan badan internasional terkait lainnya untuk segera dan tegas menanggapi.
Pernyataan tersebut mendesak komunitas internasional dan negara-negara kawasan untuk mengambil langkah-langkah praktis guna membendung hasutan perang rezim Zionis dan menghentikan genosida yang sedang berlangsung di Palestina yang diduduki.
Baca juga: Iran Menyuarakan Dukungan untuk Integritas Wilayah Venezuela Melawan Provokasi AS
Rezim Zionis pada hari Selasa menyerang pimpinan Hamas di ibu kota Qatar, Doha, dalam sebuah serangan yang menuai kecaman internasional yang meluas.
Hamas mengumumkan bahwa lima anggotanya tewas dalam serangan itu, termasuk putra pemimpin senior Khalil al-Hayya. Seorang anggota pasukan keamanan Qatar juga dilaporkan tewas.


