Teheran, Purna Warta – Kementerian Luar Negeri Iran mengecam serangan udara rezim Zionis di Yaman yang telah menewaskan sedikitnya 35 orang di ibu kota Sana’a.
Baca juga: Araqchi: Israel Ancaman Langsung bagi Perdamaian Regional dan Global
Dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu malam, Kementerian Luar Negeri mengecam keras serangan kriminal yang dilakukan oleh rezim Zionis terhadap infrastruktur dan kawasan permukiman, termasuk gedung-gedung milik dua kantor media di Sana’a, yang mengakibatkan tewasnya dan luka-luka sejumlah warga sipil dan awak media.
Kementerian tersebut mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan masyarakat internasional untuk segera mengambil tindakan guna menghentikan agresi militer dan kejahatan rezim Israel.
Agresi berulang rezim Zionis terhadap negara-negara di kawasan, di samping kekerasan dan pembunuhan warga sipil yang terus berlanjut di wilayah Palestina yang diduduki, tidak hanya merusak landasan hukum dan normatif yang diakui internasional, tetapi juga melanggar semua prinsip dasar etika dan kemanusiaan, demikian pernyataan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Iran, seraya memuji solidaritas rakyat Yaman yang berkelanjutan dengan bangsa Palestina yang tertindas dan menyampaikan belasungkawa atas tewasnya warga Yaman yang tidak bersalah selama agresi militer Israel, menekankan perlunya persatuan dan kerja sama antarnegara Islam untuk melawan kebijakan ekspansionis dan agresif rezim pendudukan Zionis, tambahnya.
Setidaknya 35 orang tewas setelah rezim Israel melancarkan serangan udara di Provinsi Sana’a dan al-Jawf pada hari Rabu, sehari setelah menargetkan para pemimpin Hamas di ibu kota Qatar, Doha.
Baca juga: Presiden Iran Serukan Aksi Bersatu Umat Muslim Lawan Agresi Israel
Kementerian Kesehatan Yaman menyatakan bahwa 131 orang terluka dalam agresi Israel di Sana’a dan al-Jawf. Kementerian tersebut menggambarkan angka-angka tersebut sebagai jumlah korban awal, dan memperingatkan bahwa jumlah tersebut dapat bertambah seiring tim penyelamat terus mencari korban.
Kementerian tersebut mengatakan serangan tersebut menghantam wilayah sipil dan permukiman, termasuk rumah-rumah di lingkungan al-Tahrir di ibu kota, sebuah fasilitas medis di Jalan ke-60 di barat daya kota, dan sebuah kompleks pemerintah di ibu kota al-Jawf, al-Hazm.


