Iran Kecam Pembunuhan Jurnalis Al-Manar dan Al-Mayadeen di Lebanon

Irna

Tehran, Purna Warta – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengecam keras tindakan yang disebut sebagai serangan teroris oleh rezim Zionis setelah sebuah serangan drone menargetkan kendaraan yang membawa jurnalis Lebanon di selatan Lebanon.

Serangan tersebut menewaskan Ali Shuaib, jurnalis senior jaringan Al-Manar, Fatemeh Fotouni, jurnalis jaringan Al-Mayadeen, serta Mohammad Fotouni, kamerawan media tersebut.

Menurut laporan media Iran, Esmail Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, menyatakan bahwa serangan terhadap jurnalis merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional yang diatur dalam Konvensi Jenewa 1949.

Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan contoh nyata kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, serta menuduh Israel terus melakukan tindakan serupa di bawah perlindungan dukungan politik dan media dari Amerika Serikat serta beberapa negara Barat lainnya.

Baghaei juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban, rekan kerja mereka di jaringan Al-Manar dan Al-Mayadeen, komunitas media, serta kepada rakyat dan pemerintah Lebanon.

Ia menambahkan bahwa masyarakat internasional memiliki tanggung jawab bersama untuk menuntut pertanggungjawaban rezim Israel atas kejahatan tersebut dan menjatuhkan hukuman kepada para pelakunya.

Rusia juga mengecam serangan terhadap jurnalis

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengecam pembunuhan para jurnalis tersebut.

Juru bicara kementerian tersebut, Maria Zakharova, menyatakan bahwa serangan rudal Israel di selatan Lebanon secara langsung menargetkan kendaraan sipil yang membawa pekerja media yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.

Ia menekankan bahwa para jurnalis tersebut mengenakan tanda pers yang jelas terlihat, namun hal itu tidak mencegah mereka menjadi sasaran serangan amunisi berpemandu presisi.

Zakharova mengatakan kendaraan tersebut terbakar habis dan berubah menjadi “kuburan massal bagi para jurnalis”.

Ia juga menolak klaim militer Israel yang menyatakan bahwa orang-orang di dalam kendaraan tersebut adalah teroris yang menyamar sebagai pekerja media.

Menurutnya, klaim tersebut tidak dapat membebaskan pihak yang bertanggung jawab dari pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.

Zakharova menambahkan bahwa masyarakat internasional harus menolak logika yang menyatakan bahwa seorang jurnalis dapat dibunuh hanya karena dituduh sebagai teroris.

Ia menegaskan bahwa Rusia akan terus menuntut penyelidikan internasional serta penuntutan terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut.

Hizbullah dan media perlawanan Lebanon berduka

Media Perlawanan Islam Lebanon juga menyampaikan pernyataan belasungkawa atas gugurnya para jurnalis tersebut.

Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa Ali Hassan Shuaib, yang dikenal sebagai jurnalis lapangan yang telah mendokumentasikan banyak peristiwa perlawanan selama bertahun-tahun, gugur bersama Fatemeh Fotouni dan Mohammad Fotouni dalam serangan yang disebut sebagai operasi pembunuhan oleh musuh Zionis.

Hizbullah dalam pernyataannya mengatakan bahwa meskipun para jurnalis tersebut gugur secara fisik, karya dan dokumentasi mereka tentang perjuangan dan kemenangan akan tetap hidup selamanya.

Gerakan tersebut juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, kepada jaringan Al-Manar, Al-Mayadeen, Radio Al-Nour, serta seluruh media yang mereka sebut sebagai media perlawanan.

Serangan terhadap jurnalis meningkat dalam konflik regional

Insiden ini menambah daftar panjang serangan terhadap pekerja media di kawasan konflik, terutama di Palestina yang diduduki dan Lebanon dalam beberapa tahun terakhir.

Sejumlah organisasi internasional sebelumnya telah memperingatkan bahwa jurnalis semakin sering menjadi korban dalam konflik di Timur Tengah.

Serangan terbaru di Lebanon ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional dan konfrontasi militer yang melibatkan berbagai pihak di kawasan.

Para pejabat Iran dan Rusia menekankan bahwa perlindungan terhadap jurnalis merupakan kewajiban menurut hukum internasional dan menyerukan agar pelaku serangan terhadap pekerja media dimintai pertanggungjawaban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *