Iran Kecam Laporan Intelijen Inggris yang Dimaksudkan untuk Merusak Kepentingan Nasional

Teheran, Purna Warta – Iran dengan tegas menolak laporan pengawas intelijen parlemen Inggris sebagai “tidak berdasar dan bermotif politik,” dan memperingatkan bahwa langkah “bermusuhan” tersebut mengungkapkan upaya distorsi yang lebih luas yang bertujuan untuk merusak kepentingan regional dan nasional Republik Islam yang sah.

Baca juga: Ketua Parlemen Iran: AS Harus Memberi Kompensasi atas agresi terhadap Iran

Pada hari Kamis, Komite Intelijen dan Keamanan Parlemen Inggris (ISC) dalam sebuah laporan menuduh Iran telah “meningkatkan secara signifikan” ancamannya di Inggris, dengan mengklaim bahwa mata-mata Iran telah berada di balik setidaknya 15 upaya pembunuhan atau penculikan warga negara Inggris sejak tahun 2022.

Tuduhan tersebut langsung ditanggapi oleh Kedutaan Besar Iran di London, yang mengeluarkan “penolakan tegas terhadap tuduhan tidak berdasar, bermotif politik, dan bermusuhan” yang dilontarkan oleh ISC terhadap Teheran.

“Pemerintah Republik Islam Iran dengan tegas membantah semua tuduhan yang tercantum dalam pasal-pasal ini dan menganggapnya tidak berdasar, tidak bertanggung jawab, dan mencerminkan pola distorsi yang lebih luas yang bertujuan untuk mencemarkan nama baik kepentingan regional dan nasional Iran yang sah. Klaim-klaim ini tidak hanya tidak memiliki bukti substantif tetapi juga bertentangan dengan komitmen prinsip Republik Islam Iran terhadap hukum internasional, kesetaraan kedaulatan, dan koeksistensi damai,” tegas pernyataan tersebut.

Kedutaan juga menekankan bahwa laporan tersebut tidak hanya tidak berlandaskan fakta dan tidak membantu dalam menyelesaikan kesalahpahaman, tetapi juga menyajikan informasi palsu kepada publik dan para pembuat kebijakan, sehingga mendistorsi pemahaman tentang masalah ini dan menyebabkan kesalahan perhitungan.

“Tuduhan bahwa Iran terlibat dalam atau mendukung tindakan kekerasan fisik, spionase, atau agresi siber di wilayah Inggris atau terhadap kepentingan Inggris di luar negeri, sepenuhnya ditolak. Tuduhan semacam itu tidak hanya mencemarkan nama baik tetapi juga berbahaya, memicu ketegangan yang tidak perlu dan merusak norma-norma diplomatik,” tegasnya lebih lanjut.

Kedutaan Besar Iran di London juga menyarankan para penulis laporan untuk berfokus pada akar permasalahan sebenarnya di kawasan tersebut—yaitu, kejahatan berat dan agresi ilegal yang dilakukan oleh rezim Israel dengan dukungan sekutu Baratnya—alih-alih membuat tuduhan tak berdasar terhadap Iran.

Baca juga: Hizbullah Puji Dukungan Teguh Ayatullah Khamenei terhadap Perjuangan Perlawanan

“Ketika negara-negara Barat menutup mata terhadap semua kejahatan perang, genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan agresi yang jelas merupakan pelanggaran hukum internasional oleh rezim Israel, mereka mau tidak mau harus membuka mata terhadap reaksi nyata terhadap para agresor,” tambahnya.

Pernyataan tersebut juga mengecam penggunaan penilaian intelijen tak berdasar yang terus-menerus sebagai senjata dalam upaya membenarkan kebijakan yang bermusuhan, dan mendesak Inggris untuk “menahan diri dari penyebaran informasi palsu lebih lanjut yang merusak hubungan bilateral dan stabilitas regional.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *