Teheran, Purna Warta – Pasukan Iran telah menembak jatuh setidaknya dua pesawat tak berawak MQ-1 Amerika dalam beberapa hari terakhir, menurut para pejabat AS yang secara tidak sengaja mengkonfirmasi laporan terpisah media Iran bahwa sebuah pesawat tak berawak Amerika ditembak jatuh di Selat Hormuz yang penting dan strategis.
Para pejabat AS, yang berbicara tanpa mau disebutkan namanya, mengakui hilangnya setidaknya dua pesawat tak berawak Amerika dan mengklaim bahwa masih belum jelas di mana drone tersebut ditembak jatuh dan varian MQ-1 mana yang terlibat.
Media Iran melaporkan pada hari Selasa bahwa pasukan Iran telah berhasil menembak jatuh pesawat tak berawak MQ-1 Amerika di Selat Hormuz, yang menunjukkan kerentanan pesawat tak berawak AS yang beroperasi di dekat wilayah Iran dan jalur perairan penting yang strategis.
Hilangnya drone Amerika terbaru menambah jumlah korban yang diderita pesawat tak berawak AS selama agresi militer Washington terhadap Iran.
Sementara itu, militer AS mengoperasikan MQ-1 Predator dan Gray Eagle turunan MQ-1 yang lebih besar, keduanya digunakan untuk pengawasan dan mampu membawa rudal Hellfire.
Jika pesawat yang jatuh adalah Gray Eagles, varian MQ-1 yang lebih mahal, kehancurannya akan menimbulkan kerugian masing-masing puluhan juta dolar.
Secara terpisah, dengan mengutip laporan Kantor Anggaran Kongres, CBS News melaporkan bahwa Amerika Serikat telah menderita kerugian sekitar $720 juta sejak melancarkan agresi militernya terhadap Iran, menyusul jatuhnya setidaknya 24 drone MQ-9 Reaper, dan hancurnya sebuah MQ-4C Triton yang menambah kerugian Washington sebesar $150 juta.
Penghancuran berulang kali terhadap pesawat tak berawak Amerika yang mahal menggarisbawahi skala kerugian yang ditimbulkan pada aset militer AS selama agresi yang sedang berlangsung terhadap Iran.
Komando Pusat AS, unit militer AS yang bertanggung jawab atas operasi melawan Iran, menolak berkomentar kepada CBS News pada hari Kamis.


