Iran Desak Aksi Kolektif Lawan Rencana Relokasi Warga Gaza

Teheran, Purna Warta – Menteri luar negeri Iran mengecam rencana relokasi paksa warga Gaza sebagai bagian dari rencana kolonial untuk menghapus Palestina, dan menyerukan tindakan kolektif dan tegas oleh negara-negara dunia untuk menggagalkan konspirasi berbahaya ini.

Baca juga: Presiden Iran: Front Perlawanan Pasti akan Capai Kemenangan Akhir

Dalam percakapan telepon pada hari Sabtu, Abbas Araqchi dan mitranya dari Tunisia Mohamed Ali Nafti membahas perkembangan regional, khususnya masalah Palestina yang diduduki, dan hubungan bilateral.

Araqchi memuji dukungan dan solidaritas berkelanjutan dari pemerintah dan rakyat Tunisia terhadap rakyat Palestina yang tertindas, khususnya selama genosida selama 16 bulan oleh rezim Zionis pendudukan.

Ia lebih lanjut menggambarkan rencana relokasi paksa warga dari Gaza sebagai rencana kolonial untuk ‘menghapus Palestina’, dan mengutuknya, situs web Kementerian Luar Negeri melaporkan.

Araqchi juga meminta semua negara di dunia untuk mengambil sikap tegas dan bersatu melawan konspirasi berbahaya ini.

Ia merujuk pada penentangan tegas negara-negara di tingkat regional dan internasional terhadap keputusan ilegal presiden AS mengenai Gaza dan menggarisbawahi perlunya mengambil posisi yang koheren dan tegas oleh negara-negara Muslim untuk menghadapi konspirasi ini terhadap nasib rakyat Palestina.

Diplomat tinggi Iran juga mengusulkan agar Organisasi Kerja Sama Islam mengadakan pertemuan darurat untuk membahas dan membuat keputusan mengenai masalah ini.

Baca juga: Iran Tegaskan Negosiasi dengan Negara-negara Eropa Harus dengan Kehormatan

Menteri luar negeri Tunisia, pada bagiannya, menunjuk pada tanggung jawab masyarakat internasional untuk memastikan pelaksanaan perjanjian gencatan senjata di Gaza dan penghentian pembunuhan rakyat Palestina.

Nafti menggarisbawahi bahwa Gaza dan Tepi Barat merupakan bagian integral dari Palestina dan setiap upaya untuk mengusir rakyat Gaza dari tanah mereka tidak dapat diterima dengan cara apa pun. Diplomat tinggi Tunisia itu juga berbicara tentang alasan berdirinya OKI, yaitu mendukung Quds dan Palestina, dan menyambut baik usulan Araqchi agar organisasi ini mengadakan pertemuan mengenai masalah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *