Teheran, Purna Warta – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Republik Islam yakin bahwa front perlawanan akan mencapai kemenangan akhir dalam menghadapi musuh. Pezeshkian menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuan dengan Ketua Dewan Syura Hamas Muhammad Ismail Darwish, Penjabat Pemimpin Hamas Khalil al-Hayya, dan anggota biro politik kelompok lainnya di Teheran pada Sabtu.
Baca juga: Iran Tegaskan Negosiasi dengan Negara-negara Eropa Harus dengan Kehormatan
Ia mengatakan Iran akan terus mendukung front perlawanan dan rakyat Palestina yang tertindas di Jalur Gaza. Ia menekankan perlunya membentuk koalisi internasional, khususnya dengan partisipasi negara-negara Muslim, untuk membantu rakyat Gaza dan membangun kembali jalur yang dilanda perang.
“Tentu saja, negara-negara Muslim akan mampu membangun kembali Gaza dengan bekerja sama satu sama lain dan memulihkan kehidupan bagi rakyat Muslim di wilayah ini,” kata Pezeshkian.
Ia menghargai kenangan semua martir dari garis depan perlawanan dan menyampaikan ucapan selamat atas pencapaian berharga yang dibuat oleh Hamas dan rakyat Gaza yang tertindas dan tangguh dalam menggagalkan tujuan rezim Israel meskipun jumlah martirnya tinggi.
Perang genosida Israel di Gaza telah mengakibatkan kematian sedikitnya 48.181 warga Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan cedera pada 111.638 lainnya sejak awal Oktober 2023.
Gencatan senjata dan perjanjian pertukaran tahanan mulai berlaku di Gaza pada 19 Januari, menghentikan kampanye agresif Israel terhadap wilayah pesisir tersebut. Tahap pertama perjanjian gencatan senjata selama 42 hari menyerukan pembebasan 33 tawanan Israel dan hampir 2.000 tahanan Palestina.
Sejauh ini, perjanjian tersebut telah dilaksanakan, tetapi usulan Presiden AS Donald Trump untuk membersihkan Gaza dari penduduknya dan mengambil alih wilayah tersebut menimbulkan hambatan di tengah kecaman luas di seluruh dunia.
Baca juga: Pezeshkian: Iran Tidak akan Mundur karena Sanksi Barat
Ia menambahkan bahwa masa depan Gaza adalah milik rakyatnya dan menekankan bahwa daerah kantong yang terkepung itu akan dikelola melalui kerja sama di antara warga Palestina.
Ia berterima kasih atas dukungan Iran dan semua kelompok perlawanan bagi Hamas dalam upayanya meraih kemenangan akhir melawan musuh Zionis. Perlawanan Palestina sedang mempersiapkan diri untuk mencapai tahap akhir pertempurannya melawan rezim Israel, yaitu pembebasan wilayah Palestina, tegasnya.
Pejabat Hamas mengatakan front perlawanan mengalahkan rezim Israel bukan karena senjata tetapi karena tekad kuatnya untuk membebaskan tanah Palestina.


