Iran dan Rusia Tekankan Kedaluwarsa Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231 yang Dijadwalkan

Teheran, Purna Warta – Para menteri luar negeri Iran dan Rusia menekankan bahwa Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231 harus berakhir sesuai jadwal, mengkritik upaya Eropa untuk memperpanjangnya, dan menyoroti posisi bersama Teheran dan Moskow terkait diplomasi nuklir.

Baca juga: Iran Peringatkan Musuh tentang Kemampuan Militer yang Belum Digunakan

Dalam percakapan telepon pada hari Jumat, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dan mitranya dari Rusia Sergei Lavrov membahas perkembangan terkait isu nuklir Iran, khususnya langkah-langkah yang diambil oleh ketiga negara Eropa menjelang berakhirnya Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231 secara hukum.

Mereka juga membahas kerja sama antara Iran dan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).

Dalam panggilan telepon tersebut, Araqchi dan Lavrov menekankan bahwa troika Eropa, karena kegagalan mereka memenuhi kewajiban JCPOA dan keberpihakan mereka dengan AS dalam menargetkan fasilitas nuklir damai Iran, telah secara terang-terangan melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231 dan oleh karena itu tidak memiliki kompetensi hukum dan moral untuk menggunakan mekanisme snapback dengan tujuan memulihkan resolusi Dewan Keamanan yang sebelumnya telah dicabut.

Menteri luar negeri Iran dan Rusia juga menilai langkah selanjutnya untuk negosiasi nuklir dan menekankan bahwa Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231 harus berakhir sesuai jadwal.

Baca juga: Garda Revolusi Iran Janjikan Respons Tegas terhadap Agresi Israel Baru

Araqchi menguraikan posisi berprinsip Iran terkait proposal Eropa untuk memperpanjang resolusi tersebut, menekankan bahwa setiap keputusan mengenai perpanjangan berada dalam lingkup Dewan Keamanan PBB dan para anggotanya.

Kedua belah pihak menegaskan kembali komitmen mereka untuk melanjutkan interaksi dan konsultasi di berbagai tingkatan guna memajukan posisi bersama mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *