Beirut, Purna Warta – Sekretaris Jenderal gerakan perlawanan Lebanon, Hizbullah, Syekh Naim Qassem, mengatakan bahwa Israel pada akhirnya akan runtuh di tengah keteguhan para pejuang perlawanan.
Baca juga: Paus Kecam Pengusiran Paksa Warga Palestina saat Israel Gempur Gaza City
Syekh Naim Qassem menyampaikan pernyataan tersebut pada Rabu, bertepatan dengan peringatan satu tahun ledakan pager dan walkie-talkie mematikan yang dilakukan Israel di Lebanon.
Ia memuji para korban ledakan tersebut dan keteguhan mereka dalam menghadapi luka berat yang diderita.
“Musuh Israel ingin menetralkan kekuatan kalian dan mengeluarkan kalian dari medan pertempuran, (namun) kalian kembali memasukinya dengan kekuatan dan energi yang lebih besar.”
Pemimpin Hizbullah itu menegaskan bahwa para pejuang perlawanan akan keluar sebagai pemenang.
“Ketahuilah bahwa Israel akan jatuh karena sifatnya yang penuh penjajahan, penindasan, kejahatan, dan agresi, sementara para pejuang perlawanan akan terus menghadapinya hingga pembebasan tercapai.”
Sedikitnya 39 orang, termasuk dua anak, tewas, dan lebih dari 3.400 lainnya mengalami luka berat dalam serangan dengan pager pada 18 dan 19 September 2024. Korban termasuk banyak anggota Hezbollah.
Baca juga: AS Veto Resolusi Dewan Keamanan PBB yang Menuntut Gencatan Senjata di Gaza
Ledakan itu melumpuhkan sejumlah besar korban, terutama dengan cedera mata dan anggota tubuh.
Kejahatan tersebut terjadi sebagai bagian dari agresi mematikan rezim Israel terhadap Lebanon, yang menewaskan sedikitnya 3.130 warga Lebanon sebelum berakhir pada November 2024 setelah tercapainya gencatan senjata.


