Garda Revolusi Iran Ancam Respons Keras Jika Serangan Israel ke Lebanon Berlanjut

Haras

Tehran, Purna warta – Dalam sebuah pernyataan resmi, Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa jika agresi terhadap Lebanon tidak segera dihentikan, pihaknya akan mengambil tindakan yang membuat para penyerang “menyesal atas perbuatannya”.

Pernyataan Garda Revolusi Iran  tersebut diawali dengan kutipan ayat Al-Qur’an:

“Jika mereka melanggar sumpah mereka setelah perjanjian dan menyerang agamamu, maka perangilah para pemimpin kekafiran itu; sesungguhnya mereka tidak memiliki komitmen terhadap sumpah mereka, agar mereka berhenti.” (QS. At-Taubah: 12).

IRGC menuduh bahwa hanya beberapa jam setelah kesepakatan gencatan senjata diumumkan, Israel kembali melancarkan serangan yang disebutnya sebagai “pembantaian brutal” di Beirut, yang menewaskan warga sipil termasuk perempuan dan anak-anak.

“Jika agresi terhadap Lebanon yang tercinta tidak segera dihentikan, kami akan menjalankan kewajiban kami dan memberikan respons yang membuat para agresor jahat di kawasan menyesal,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Ketegangan Regional Kembali Meningkat

Ancaman IRGC muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional setelah konflik besar antara Iran dan Amerika Serikat yang berlangsung selama sekitar 40 hari sebelumnya.

Menurut laporan sejumlah media Timur Tengah, militer Israel kembali meningkatkan operasi udara terhadap target yang disebutnya sebagai posisi kelompok perlawanan di Lebanon selatan. Israel menuduh kelompok Hezbollah memperkuat posisi militernya setelah gencatan senjata terbaru di kawasan.

Sumber keamanan Lebanon yang dikutip beberapa kantor berita regional menyatakan bahwa sejumlah serangan udara Israel terjadi di sekitar wilayah selatan Lebanon dan pinggiran Beirut dalam beberapa jam setelah kesepakatan gencatan senjata regional diumumkan.

Dukungan Iran terhadap Poros Perlawanan

Iran selama ini dikenal sebagai pendukung utama kelompok yang disebut sebagai “Poros Perlawanan”, yang mencakup Hezbollah di Lebanon, kelompok perlawanan Palestina, serta sejumlah kelompok di Irak dan Yaman.

Para analis regional menyebut bahwa peringatan keras IRGC merupakan sinyal bahwa Iran siap memperluas konfrontasi jika sekutunya di Lebanon diserang secara besar-besaran.

Beberapa pengamat Timur Tengah juga menilai bahwa pernyataan tersebut dimaksudkan untuk memperkuat posisi tawar Iran dalam dinamika keamanan regional pasca konflik besar dengan Amerika Serikat.

Seruan Internasional untuk Menahan Eskalasi

Di tengah meningkatnya retorika militer, sejumlah negara dan organisasi internasional menyerukan agar semua pihak menahan diri dan menghormati upaya diplomatik yang sedang berlangsung.

Diplomat di United Nations menyatakan bahwa eskalasi baru antara Israel dan kelompok perlawanan di Lebanon berpotensi memicu konflik regional yang lebih luas jika tidak segera dikendalikan.

Pengamat menilai bahwa perkembangan di Lebanon dalam beberapa hari mendatang dapat menjadi indikator penting apakah kawasan akan menuju stabilisasi pasca perang atau justru memasuki fase eskalasi baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *