Foreign Affairs: Iran Dinilai Memiliki Keunggulan dalam Perang

Lebih baik

Washington, Purna Warta – Menurut laporan majalah Foreign Affairs, dalam artikelnya yang berjudul “The Long Game of Iran” menulis bahwa puluhan tahun persiapan strategis Iran kini mulai menunjukkan hasilnya.

Baca juga: Lima Warga Palestina Terluka dalam Serangan Pasukan dan Pemukim Israel di Tepi Barat

Foreign Affairs menilai bahwa konflik saat ini tidak seharusnya dinilai berdasarkan ukuran konvensional mengenai kerugian militer langsung. Menurut laporan itu, ukuran yang lebih tepat adalah apakah Iran mampu mencapai tujuan strategis jangka panjangnya.

Majalah tersebut menambahkan bahwa pertanyaan utama ketika perang berakhir bukanlah seberapa besar kerugian yang dialami Iran, melainkan apakah Teheran berhasil merealisasikan tujuan strategisnya. Dalam perspektif tersebut, laporan itu menilai bahwa Iran saat ini berada pada posisi yang lebih menguntungkan dalam konflik tersebut.

Strategi Jangka Panjang

Menurut laporan tersebut, situasi ini bukanlah kebetulan, karena Iran telah mempersiapkan diri untuk menghadapi konflik semacam ini selama hampir empat dekade. Persiapan itu dimulai sejak negara tersebut menghadapi ujian militer besar pertamanya dalam Perang Iran–Irak (1980–1988).

Foreign Affairs menyebut bahwa strategi yang dijalankan Iran saat ini telah mampu menimbulkan tekanan signifikan terhadap kepentingan Amerika Serikat dan Israel di kawasan.

Dalam analisisnya disebutkan bahwa strategi tersebut mencakup peningkatan kemampuan pertahanan dan serangan regional, yang menurut laporan tersebut telah menyebabkan kerusakan pada sejumlah instalasi militer serta meningkatkan tekanan ekonomi dan keamanan di kawasan.

Majalah itu juga menyebut bahwa konflik tersebut turut memicu ketegangan dalam hubungan antara Amerika Serikat dan sebagian sekutunya di kawasan Teluk, yang berpotensi memperumit koordinasi strategis di tengah eskalasi konflik.

Dampak Regional dan Perhitungan Strategis

Foreign Affairs menilai bahwa meskipun Iran menghadapi tekanan militer dari Amerika Serikat dan Israel, negara tersebut mampu bertahan sekaligus menimbulkan biaya ekonomi dan politik yang signifikan bagi para lawannya.

Baca juga: Israel Catat Lonjakan Korban Luka Tertinggi Sejak Awal Perang

Dalam kerangka strategi jangka panjang, kondisi tersebut menurut analisis majalah tersebut dapat memberikan keuntungan strategis bagi Iran, terutama jika konflik berlarut-larut dan meningkatkan tekanan terhadap lawan-lawannya.

Sejumlah pengamat menilai bahwa perkembangan ini menunjukkan bahwa konflik yang berlangsung bukan hanya pertarungan militer langsung, tetapi juga persaingan strategi jangka panjang, ketahanan ekonomi, serta keseimbangan politik regional yang akan menentukan hasil akhirnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *