Lima Warga Palestina Terluka dalam Serangan Pasukan dan Pemukim Israel di Tepi Barat

Tepi Barat 2

Ankara, Purna Warta – Menurut laporan Kantor Berita Anadolu Agency, Bulan Sabit Merah Palestina dalam sebuah pernyataan menyatakan bahwa petugas medisnya di kota Tulkarm, di utara Tepi Barat, telah mengevakuasi dua pemuda Palestina terluka ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Baca juga: Israel Catat Lonjakan Korban Luka Tertinggi Sejak Awal Perang

Sementara itu, kantor berita Palestina WAFA melaporkan bahwa unit pasukan khusus Israel menembak seorang pemuda Palestina di kota Nablus, di bagian utara Tepi Barat, sebelum kemudian menangkap dan membawanya pergi.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa pasukan khusus Israel memasuki kawasan tersebut menggunakan dua kendaraan dengan pelat nomor Palestina, lalu menembaki sebuah kendaraan umum di lingkungan Al-Basatin, tempat seorang pemuda berada, sebelum menculiknya. Hingga kini kondisi serta jenis luka yang dialami korban belum diketahui.

Serangan Pemukim di Hebron

Di wilayah lain, Osama Makhameh, seorang aktivis yang memantau pelanggaran yang dilakukan pasukan dan pemukim Israel, mengatakan bahwa sekelompok pemukim Israel menyerang warga Palestina di kawasan Masafer Yatta, di selatan kota Hebron.

Menurutnya, para pemukim menyerang para penggembala dari keluarga Abu Sobha, sehingga menyebabkan beberapa dari mereka mengalami luka-luka.

Peningkatan Kekerasan Pemukim

Berdasarkan data dari Komisi Perlawanan terhadap Tembok Pemisah dan Permukiman, sebuah lembaga pemerintah Palestina, serangan pemukim Israel di Tepi Barat meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Sejak akhir Februari, setidaknya delapan warga Palestina dilaporkan tewas akibat tembakan pemukim Israel.

Saat ini diperkirakan sekitar 750.000 pemukim Israel tinggal di ratusan permukiman di Tepi Barat yang diduduki, termasuk sekitar 250.000 pemukim di Yerusalem Timur.

Menurut berbagai laporan, kelompok pemukim tersebut secara rutin melakukan serangan terhadap warga Palestina, yang oleh sejumlah pihak dinilai bertujuan untuk memaksa penduduk Palestina meninggalkan wilayah mereka.

Baca juga: Pelapor Khusus PBB: “Dunia Telah Memberi Israel Lisensi untuk Menyiksa Warga Palestina”

Kekerasan Meningkat Sejak Perang Gaza

Tepi Barat mengalami eskalasi kekerasan sejak 8 Oktober 2023, setelah dimulainya perang di Jalur Gaza.

Eskalasi tersebut mencakup penembakan, penghancuran rumah, pengusiran warga, serta perluasan permukiman, yang menurut data Palestina telah menyebabkan 1.135 warga Palestina tewas, hampir 11.700 orang terluka, dan sekitar 22.000 orang ditangkap oleh pasukan Israel.

Para pengamat menilai bahwa meningkatnya kekerasan di Tepi Barat terjadi bersamaan dengan eskalasi konflik regional yang lebih luas, termasuk ketegangan militer antara Israel dan Iran, yang semakin memperburuk situasi keamanan di wilayah Palestina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *