Gaza, Purna Warta – Sayap militer Gerakan Jihad Islam, Brigade Al-Quds, mengumumkan bahwa mereka berhasil menguasai sebuah drone milik Israel jenis Evo Max di wilayah timur Kamp Pengungsi Jabalia, Jalur Gaza utara. Peristiwa ini menandai keberhasilan penting di tengah perlawanan bersenjata Palestina terhadap invasi Israel yang masih berlangsung.
Baca Juga : Iran Ancam Serang Fasilitas Nuklir Rahasia Israel Jika Diserang
Dalam pernyataan resminya, Brigade Al-Quds menyebut bahwa drone tersebut membawa data penting, termasuk koordinat rahasia yang kini telah jatuh ke tangan mereka. Ini membuka kemungkinan bahwa kelompok perlawanan kini memiliki akses ke informasi operasional Israel yang selama ini disembunyikan.
Perlawanan Palestina Berlanjut dengan Serangan Berani
Di medan tempur selatan Gaza, khususnya Khan Younis, saksi mata melaporkan bahwa helikopter Israel terlihat mengevakuasi tentara yang terluka, menunjukkan adanya kerugian besar di pihak penjajah. Brigade Izz ad-Din al-Qassam, sayap militer Hamas, juga melaporkan bahwa mereka berhasil menyerang buldoser militer Israel di dekat lokasi Yarmouk, wilayah al-Manara.
Hamas menyatakan bahwa strategi mereka kini adalah perang atrisi, yakni menguras kekuatan musuh secara bertahap melalui taktik-taktik kejutan di lapangan. Mereka menggambarkan perang ini sebagai bentuk perlawanan terhadap genosida yang dilakukan Israel terhadap warga sipil Gaza.
Baca Juga : Kuba Kecam Sanksi terhadap Iran dan Penangkapan Kapal Madleen oleh Israel
Hamas: Klaim Kemenangan Netanyahu adalah Ilusi
Gerakan Perlawanan Palestina menolak klaim Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu soal “kemenangan mutlak.” Menurut Hamas, pernyataan tersebut hanya ilusi belaka untuk menutupi kegagalan di lapangan dan kerugian besar yang terus dialami pasukan Israel.
Mereka menegaskan bahwa tanpa kesepakatan menyeluruh, tidak akan ada solusi. Hamas memperingatkan bahwa sikap Netanyahu yang terus menghindari perundingan justru akan mempercepat akhir dari karier politik dan pribadinya.
Sementara itu, media Israel melaporkan bahwa 12 tentara, termasuk anggota unit elit, harus dievakuasi dari Khan Younis setelah mereka terkena jebakan dalam sebuah bangunan yang dipasangi bom.
Baca Juga : Marine Le Pen Tuding UE Siapkan “Proyek Perang Terencana” di Timur Eropa


