Bentrokan antara Kelompok Bersenjata dan Pasukan Keamanan Pemerintahan al-Julani di Suriah Utara

Suriah

Damaskus, Purna Warta – Sumber-sumber media melaporkan terjadinya bentrokan bersenjata antara kelompok bersenjata dan pasukan keamanan yang berafiliasi dengan pemerintahan Ahmed al-Sharaa (Abu Mohammad al-Julani) di wilayah utara Suriah.

Baca juga: Serangan Israel ke Gaza Berlanjut; 10 Warga Palestina Dilaporkan Tewas

Menurut laporan Al Araby TV, bentrokan sengit terjadi di Kota Azaz, Provinsi Aleppo, antara aparat keamanan pemerintah Suriah dan kelompok bersenjata.

Berdasarkan pernyataan otoritas keamanan internal yang beroperasi di bawah pemerintahan Damaskus di Azaz, insiden bermula ketika sebuah unit patroli berupaya menengahi serta menghentikan bentrokan bersenjata yang terjadi antara beberapa kelompok di pusat kota. Namun, kendaraan yang digunakan petugas dilaporkan menjadi sasaran tembakan dan kemudian terbakar.

Menyusul kejadian tersebut, otoritas keamanan segera mengerahkan pasukan tambahan, termasuk unit-unit khusus, untuk mengendalikan situasi, melindungi warga sipil, dan mencegah meluasnya gangguan keamanan ke wilayah lain.

Al Araby melaporkan bahwa akar permasalahan bentrokan tersebut diduga berawal dari perselisihan antarkelompok keluarga atau suku besar di wilayah setempat.

Setelah aparat keamanan menjadi sasaran serangan dalam bentrokan tersebut, Mohammed Abdel Ghani, pejabat senior sekaligus Komandan Keamanan Aleppo, dilaporkan turun langsung ke Kota Azaz untuk memimpin penanganan krisis.

Laporan tersebut menambahkan bahwa sejak Desember 2024, setelah jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad dan terbentuknya pemerintahan baru yang dipimpin Ahmed al-Sharaa (al-Julani), wilayah utara Suriah berulang kali mengalami insiden keamanan dan bentrokan antara aparat pemerintah dengan berbagai kelompok bersenjata.

Sejak perubahan pemerintahan di Suriah pada akhir 2024, situasi keamanan di wilayah utara, khususnya di Provinsi Aleppo dan Idlib, masih tetap rapuh. Pemerintahan transisi yang dipimpin Ahmed al-Sharaa menghadapi tantangan dalam mengonsolidasikan kendali atas berbagai wilayah yang sebelumnya dikuasai beragam faksi bersenjata, sementara konflik lokal, perselisihan antarsuku, dan aktivitas kelompok bersenjata masih kerap memicu bentrokan.

Baca juga: Israel Manfaatkan AI dan Jaringan Pendukung Trump dalam Kampanye Pengaruh di AS

Kota Azaz, yang terletak dekat perbatasan Turki, merupakan salah satu wilayah strategis di Suriah utara dan selama bertahun-tahun menjadi lokasi persaingan pengaruh berbagai kelompok bersenjata. Meskipun pemerintah baru berupaya memperkuat aparat keamanan dan menstabilkan kondisi, laporan mengenai bentrokan bersenjata di kawasan tersebut masih terus bermunculan, menunjukkan bahwa proses pemulihan keamanan di Suriah utara masih menghadapi tantangan yang signifikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *