Araqchi: Penghancuran Gaza Mengancam Warisan Peradaban

Teheran, Purna Warta – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi memperingatkan bahwa serangan Israel yang sedang berlangsung di Gaza bukan sekadar konflik politik, tetapi juga penghancuran terhadap peradaban itu sendiri, yang mengikis warisan budaya dan sejarah rakyat Palestina.

Baca juga: Iran Serukan Kerja Sama yang Lebih Erat di Antara Negara-Negara Muslim

Berpidato di Forum Peradaban Kuno (ACF), yang diselenggarakan oleh Yunani di sela-sela Sidang Umum PBB di New York pada hari Senin, Araqchi menguraikan perspektif Iran tentang pentingnya peradaban kuno dan warisan budaya dalam memajukan perdamaian dan keamanan global.

Ia menggambarkan penghancuran yang disengaja terhadap universitas, perpustakaan, museum, masjid, dan gereja di Gaza sebagai kejahatan perang yang setara dengan genosida, yang bertujuan untuk menghapus seluruh bangsa beserta sejarah dan masa depannya. Ia mengutuk pembunuhan sistematis warga sipil, kelaparan yang disengaja, dan penghancuran seluruh komunitas, menyebut tindakan-tindakan ini sebagai pelanggaran nilai-nilai yang telah lama dijunjung tinggi oleh peradaban kuno: kasih sayang, keadilan, dan martabat manusia.

Araqchi menekankan bahwa diamnya negara-negara adidaya dalam menghadapi genosida Palestina dan penghancuran warisan budaya oleh Israel merupakan bentuk keterlibatan. Ia membandingkan serangan Juni 2025 oleh rezim Zionis dan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir damai Iran, menyebutnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam PBB dan hukum internasional, serta serangan langsung terhadap prinsip-prinsip koeksistensi damai.

Baca juga: Krisis Gaza Jadi Ujian Berat bagi Kredibilitas PBB, Kata Juru Bicara Iran

Menutup sambutannya, Menteri Luar Negeri Iran menekankan kewajiban moral untuk secara tegas mengutuk genosida yang sedang berlangsung di Gaza dan agresi terhadap Iran. Ia mendesak forum, yang didirikan atas dasar warisan budaya bersama umat manusia, untuk menyerukan gencatan senjata segera dan langgeng di Gaza, bantuan kemanusiaan berkelanjutan, dan diakhirinya pendudukan Israel yang memicu siklus kekerasan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *