Teheran, Purna Warta – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat China menyusul kecelakaan tambang yang menewaskan dan melukai banyak penambang di Provinsi Shanxi, China.
Dalam pesan yang diunggah di akun X-nya dalam bahasa Mandarin, Araqchi mengatakan Republik Islam Iran sangat sedih atas kecelakaan tambang tersebut, yang mengakibatkan banyak korban jiwa di antara para penambang di Provinsi Shanxi.
Menteri luar negeri menyampaikan belasungkawa dan simpati atas nama pemerintah dan rakyat Iran kepada pemerintah dan rakyat Republik Rakyat China, khususnya kepada keluarga para korban.
Araqchi juga mendoakan kesabaran dan kekuatan bagi keluarga yang berduka dalam menghadapi kehilangan mereka dan menyatakan harapan agar mereka yang terluka dalam insiden tersebut segera pulih.
Sedikitnya 90 orang tewas dalam ledakan gas di tambang batu bara di provinsi Shanxi, Tiongkok utara, kecelakaan pertambangan paling mematikan di negara itu setidaknya sejak tahun 2009.
Ledakan gas terjadi pada Jumat malam di tambang batu bara Liushenyu di Kabupaten Qinyuan, dengan 247 pekerja yang sedang bertugas di bawah tanah, lapor media pemerintah Xinhua.
Shanxi adalah jantung pertambangan batu bara Tiongkok.
Presiden Xi Jinping menyerukan kepada pihak berwenang untuk “tidak menyia-nyiakan upaya” dalam merawat korban luka dan melakukan operasi pencarian dan penyelamatan, sambil memerintahkan penyelidikan menyeluruh terhadap penyebab kecelakaan dan pertanggungjawaban yang ketat sesuai dengan hukum, menurut Xinhua.


