Teheran, Purna Warta – Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menekankan bahwa solusi untuk menghadapi sanksi adalah diplomasi ekonomi, dan mengatakan bahwa untuk itu, seorang deputi telah dibentuk di Kementerian Luar Negeri, dan konferensi diplomasi provinsi juga diadakan untuk tujuan ini.
Baca juga: Akademisi Iran yang Ditahan di Prancis Diberi Pembebasan Bersyarat
“Prioritas utama kebijakan luar negeri Republik Islam Iran adalah negara-negara tetangganya, sebuah isu yang penting secara politik, keamanan, dan strategis bagi kami, dan pada saat yang sama, juga sangat penting secara ekonomi,” kata Araghchi kepada wartawan di kota Masyhad pada hari Rabu.
Beliau mengatakan bahwa salah satu tujuan utama diplomasi provinsi adalah memanfaatkan kapasitas provinsi dalam hubungan luar negeri, terutama di bidang hubungan ekonomi dengan negara tetangga masing-masing provinsi.
Araghchi menambahkan bahwa dalam kondisi sanksi, hubungan diplomasi ekonomi dengan negara tetangga juga dapat memberikan ruang yang tepat untuk melawan dampak sanksi. “Bahkan, salah satu strategi efektif dalam menetralisir sanksi adalah dengan memanfaatkan kapasitas regional dan perbatasan.”
“Kami yakin bahwa terdapat banyak potensi ekonomi di negara ini yang dapat berkembang dan dimanfaatkan melalui komunikasi langsung antara provinsi dan negara tetangga,” tambah Menlu.


