Tehran, Purna Warta – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengecam keras pernyataan yang dianggap menghina Yesus Kristus yang disampaikan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
“Bagi seseorang yang sangat bergantung pada dukungan dan simpati umat Kristen di Amerika Serikat, sikap meremehkan Yesus Kristus secara terbuka oleh Netanyahu sangat mengejutkan,” kata Araghchi pada Jumat melalui platform X.
Diplomat tertinggi Iran itu juga menambahkan bahwa pujian Netanyahu terhadap Genghis Khan, yang ia sebut sebagai “pembantai terburuk yang pernah disaksikan kawasan kita,” sejalan dengan statusnya saat ini sebagai penjahat perang yang dicari.
Pernyataan Netanyahu yang Menuai Kontroversi
Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Kamis, Netanyahu memuji mereka yang tidak mengikuti jalan yang diajarkan Yesus dan justru melakukan kejahatan.
Dalam pernyataannya ia mengatakan:
“Yesus Kristus tidak memiliki keunggulan dibandingkan Genghis Khan. Karena jika Anda cukup kuat, cukup kejam, dan cukup berkuasa, maka kejahatan akan mengalahkan kebaikan. Agresi akan mengalahkan moderasi.”
Potongan video pernyataan tersebut dengan cepat menjadi viral dan ditafsirkan oleh banyak pihak sebagai pernyataan menghina agama Kristen dan bersifat anti-Kristen.
Reaksi dari Publik
Sejumlah pengguna media sosial mengecam komentar tersebut dan menilai bahwa pernyataan itu menunjukkan sikap anti-Kristen Netanyahu.
Salah satu pengguna menulis:
“Ini adalah salah satu komentar paling menjijikkan terhadap umat Kristen yang pernah saya dengar dari seorang pemimpin dunia. Sekali lagi Netanyahu memperlihatkan keyakinan anti-Kristennya.”
Pengguna lain menambahkan:
“Netanyahu menganggap Genghis Khan lebih besar dari Yesus Kristus. Mengapa selalu dianggap wajar untuk mengatakan hal-hal anti-Kristen?”
Tuduhan terhadap Kebijakan Israel
Netanyahu dan para menteri sayap kanan dalam pemerintahannya dituduh oleh para pengkritik mewakili rezim yang melakukan kebijakan apartheid dan genosida, serta melakukan berbagai kejahatan terhadap umat Muslim dan Kristen di Gaza Strip dan wilayah West Bank yang diduduki.
Selain itu, pasukan Israel juga dituduh kerap menyerbu serta merusak tempat-tempat suci milik umat Kristen dan Muslim di wilayah tersebut.
Konteks Ketegangan Regional
Pernyataan Netanyahu ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama rezim Israel melancarkan perang agresi terhadap Iran.
Sejumlah pengkritik berpendapat bahwa Trump terseret ke dalam perang tersebut akibat tekanan dari lobi Zionis demi melindungi kepentingan Israel di kawasan.
Sementara itu, miliaran dolar dana pembayar pajak Amerika—yang sebagian besar berasal dari masyarakat Kristen—disebut telah dihabiskan dalam agresi militer yang sedang berlangsung.


