Tehran, Purna Warta – Para anggota parlemen Kristen dari komunitas Asyur, Kaldan, dan Armenia di Majelis Syura Islam Iran mengeluarkan pernyataan bersama yang menyampaikan apresiasi mereka terhadap sikap Paus Vatikan terhadap Iran, sekaligus mengecam penghinaan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap otoritas tertinggi Gereja.
Para anggota parlemen tersebut—yakni perwakilan Kristen Asyur dan Kaldan di Iran, Charlie Anuyeh Tekeih, perwakilan Kristen Armenia di Teheran dan Iran Utara, Ara Shahverdyan, serta perwakilan Kristen Armenia di Isfahan dan Iran Selatan, Gagard Mansourian—dalam pernyataan bersama mereka menyebut bahwa penghinaan presiden AS terhadap Paus Vatikan merupakan serangan terhadap kemanusiaan.
Mereka menegaskan bahwa penghinaan terhadap pemimpin agama dan hal-hal suci adalah sesuatu yang tidak dapat diterima oleh siapa pun yang menjunjung kebebasan.
Dalam pernyataan tersebut juga disebutkan bahwa Tuhan menghendaki manusia untuk menyebarkan perdamaian di dunia, karena kehendak-Nya adalah agar umat manusia menjadi satu keluarga.
Selain itu, mereka menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada Paus Leo XIV atas sikap tegasnya terhadap serangan terhadap Iran. Mereka menyatakan:
“Kami, sebagai perwakilan komunitas Kristen Iran di Majelis Syura Islam, dan atas nama masyarakat Kristen Asyur, Kaldan Katolik, Armenia Katolik, serta Gereja Armenia Ortodoks (Gregorian) di Iran, mengecam penghinaan Presiden Amerika Serikat terhadap Yang Mulia.”
Pernyataan tersebut menambahkan:
“Kami, para anggota parlemen Kristen Asyur, Kaldan, dan Armenia di Majelis Syura Islam, menyatakan bahwa penghinaan terhadap Anda sebagai pemimpin spiritual bukan hanya tindakan yang bertentangan dengan ajaran Kristen, tetapi juga merupakan pelanggaran nyata terhadap seruan perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan. Penghinaan terhadap pemimpin agama dan simbol-simbol suci—terutama Yesus Kristus sebagai lambang perdamaian dan persaudaraan—tidak dapat diterima oleh siapa pun yang bebas.”


