Al-Quds, Purna Warta – Menurut laporan media Palestina, Basem Naim, anggota Hamas, menyatakan bahwa gencatan senjata berdasarkan proposal Iran dan penerimaannya oleh Presiden AS Donald Trump merupakan langkah besar menuju berkurangnya dominasi Amerika di kawasan serta pertanda mendekatnya keruntuhan rezim Zionis.
Ia menegaskan bahwa kehendak bangsa-bangsa merdeka yang siap membayar harga demi kebebasan dan kemerdekaan akhirnya menang.
Basem Naim juga menyampaikan ucapan selamat atas kemenangan tersebut kepada kepemimpinan dan rakyat Iran.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa malam waktu setempat (7 April 2026) dalam pernyataan di platform Truth Social mengumumkan persetujuannya terhadap gencatan senjata setelah 40 hari perang melawan Iran, sekaligus mundur dari sejumlah pernyataan sebelumnya.
Trump menyatakan bahwa pemerintahannya telah menerima proposal 10 poin dari Iran dan menilainya sebagai dasar praktis untuk negosiasi.
“Kami menerima proposal 10 poin dari Iran dan percaya bahwa ini merupakan dasar yang dapat digunakan untuk perundingan. Hampir semua poin perbedaan antara Amerika Serikat dan Iran di masa lalu telah mencapai kesepakatan, namun periode dua minggu diperlukan untuk menyelesaikan dan memfinalkan kesepakatan tersebut,” kata Trump.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa jika serangan terhadap Iran dihentikan, maka angkatan bersenjata negaranya juga akan menghentikan serangan defensif mereka.
Ia juga menyatakan bahwa lalu lintas yang aman di Strait of Hormuz dapat berlangsung selama dua minggu melalui koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran.
Sekretariat Supreme National Security Council of Iran dalam sebuah pernyataan juga menegaskan bahwa hampir seluruh tujuan perang telah tercapai.
Pernyataan tersebut menambahkan bahwa untuk memfinalkan rincian kesepakatan, perundingan dengan Amerika Serikat akan dilaksanakan di Islamabad, dengan target penyelesaian dalam waktu maksimal 15 hari agar kemenangan Iran di medan perang dapat dikukuhkan pula melalui perundingan politik.


