Teheran, Purna Warta – Jutaan warga Iran turun ke jalan di seluruh negeri pada hari Jumat, memperingati Hari Quds Internasional tahunan dengan demonstrasi solidaritas yang menggelegar terhadap rakyat Palestina yang tertindas dan kecaman keras terhadap genosida yang terus berlanjut di Gaza yang dilakukan oleh rezim Israel yang didukung AS.
Aksi unjuk rasa tersebut, yang diadakan di bawah bayang-bayang ancaman perang Washington yang meningkat dan kampanye militer brutal Tel Aviv, mengirimkan pesan yang jelas: Iran dan poros perlawanan bersatu melawan agresi imperialis dan pendudukan Zionis.
Massa yang Tegas Menantang Hujan dan Dingin untuk Menolak Hasutan Perang AS-Israel
Sejak dini hari Jumat, warga Iran di lebih dari 900 kota dan puluhan ribu desa turun ke jalan, meneriakkan “Matilah Amerika” dan “Matilah Israel” yang menggema di udara yang basah kuyup oleh hujan.
Di Teheran, pusat demonstrasi, para demonstran berkumpul dari sepuluh rute yang telah ditentukan menuju Universitas Teheran, mengibarkan bendera Palestina dan potret almarhum Imam Khomeini dan Pemimpin Tertinggi saat ini, Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei.
Para peserta, tanpa gentar menghadapi cuaca dingin dan hujan lebat, membawa spanduk yang mengecam perang yang dipaksakan AS terhadap Iran dan pendudukan rezim Israel selama 78 tahun atas tanah Palestina. Mereka mengutuk perang 12 hari baru-baru ini, hasutan tahun 2025, dan “Perang Ramadan” yang didukung AS sebagai bagian dari plot imperialis yang lebih luas untuk menggoyahkan kawasan tersebut.
Suasananya sangat meriah saat kerumunan massa menanggapi suara ledakan dari serangan udara musuh dengan teriakan “Allahu Akbar,” menegaskan kesiapan mereka untuk menghadapi ancaman apa pun.
Persatuan Nasional: Dari Teluk Persia hingga Laut Kaspia, Rakyat Iran Bersatu
Dalam sebuah demonstrasi persatuan nasional, warga Iran dari semua latar belakang etnis dan agama—Syiah dan Sunni, Persia, Kurdi, Turkmenistan, Baloch, dan Arab—berbaris bahu-membahu. Aksi unjuk rasa ini bukan hanya penolakan terhadap kejahatan Zionis tetapi juga deklarasi tekad Iran yang tak tergoyahkan dalam menghadapi provokasi perang AS-Israel.
Di provinsi Golestan utara, yang dikenal karena keragaman etnisnya, lebih dari 50 aksi unjuk rasa dimulai secara bersamaan, dengan para peserta meneriakkan slogan-slogan menentang “rezim Zionis kriminal” dan para pendukungnya dari Amerika. Adegan serupa terjadi di provinsi Sistan dan Baluchestan di tenggara, di mana 50.000 orang berkumpul di Zabol, dan di kota Kermanshah di barat, di mana kerumunan memenuhi jalanan meskipun hujan.
Di kota suci Mashhad, puluhan ribu orang telah berkumpul di Lapangan Khordad ke-15 dan Lapangan Shahid lebih dari setengah jam sebelum dimulainya demonstrasi resmi, kehadiran mereka merupakan bukti semangat perlawanan yang mengakar kuat.
Rakyat Mengikrarkan Kesetiaan kepada Pemimpin, Bersumpah Membalas Dendam atas Para Martir
Para peserta pawai membawa potret Ayatollah Khamenei, memperbarui kesetiaan mereka kepada Revolusi Islam dan bersumpah untuk membalas darah para martir yang dibunuh oleh agresi AS dan Israel. Banyak yang menandatangani petisi yang menyatakan kesetiaan kepada Pemimpin Revolusi Islam, sementara yang lain meneriakkan, “Kami akan membalas dendam atas darah semua martir dari Trump, si penjudi dan pembohong.”
Para pejabat tinggi, termasuk menteri dan anggota parlemen, bergabung dalam demonstrasi tersebut.
Hari Quds: Warisan Perlawanan Terhadap Pendudukan Zionis
Hari Quds Internasional, yang didirikan oleh almarhum Imam Khomeini, tetap menjadi simbol global perlawanan terhadap pendudukan Zionis dan seruan untuk pembebasan Yerusalem. Aksi unjuk rasa tahun ini terjadi ketika rezim Israel, yang didukung oleh dukungan tanpa syarat dari AS, telah mengintensifkan genosida di Gaza dan mengancam Iran dengan konfrontasi militer langsung.
Partisipasi besar-besaran rakyat Iran merupakan respons langsung terhadap upaya poros AS-Israel untuk memicu perang baru di Iran dan mengubah peta geopolitik Asia Barat. Dengan turun ke jalan dalam jumlah yang sangat besar, rakyat Iran sekali lagi menunjukkan bahwa Republik Islam tidak akan pernah tunduk pada intimidasi imperialis atau meninggalkan komitmennya terhadap perjuangan Palestina.
Dari Teheran ke Teluk Persia: Sebuah Pesan untuk Dunia
Saat aksi unjuk rasa berlanjut, dunia menyaksikan sebuah bangsa yang menolak untuk diintimidasi oleh ancaman atau sanksi. Pesan dari Iran jelas: era dominasi AS-Israel di kawasan ini telah berakhir, dan poros perlawanan, yang dipimpin oleh Iran, tidak akan berhenti sampai Palestina merdeka dan rezim Zionis dibubarkan.
Pawai Hari Quds bukan hanya tradisi—tetapi sebuah janji: bahwa Iran dan sekutunya akan berdiri teguh melawan agresi, membela kaum tertindas, dan tidak akan pernah membiarkan darah para martir tertumpah sia-sia.


