Jakarta, Purna Warta – Sejumlah warga Jakarta mengaku menggunakan fitur buy now pay later (BNPL) alias paylater atau beli dulu bayar nanti bukan karena kebutuhan, melainkan untuk memenuhi gaya hidup semata.
Salah satunya warga Jakarta Selatan bernama Mega (31), yang tergiur menggunakan paylater karena gajinya kerap kali tak cukup untuk memenuhi kebutuhan gaya hidupnya.
“Karena dulu ngikutin gaya hidup yang enggak ada habisnya,” ucap Mega ketika diwawancarai Kompas.com di kawasan Jakarta Selatan, Senin (10/8/2026).
Untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup seperti membeli baju atau perlengkapan lainnya, tagihan paylater-nya bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per bulan.
Namun, seiring berjalannya waktu, Mega sadar penggunaan paylater untuk gaya hidup sangat berbahaya untuk kesehatan finansialnya dan mulai mengurangi penggunaannya, serta membiasakan diri menabung terlebih dahulu.
Sama seperti Mega, warga Jakarta Selatan lain, Tupe (26), juga mengaku awal mula menggunakan paylater karena tuntutan gaya hidup, berawal dari iseng hingga menjadi terbiasa dan ketagihan.
Tagihan paylater-nya pernah membengkak hingga Rp6 juta sehingga harus dicicil selama enam bulan. Beruntungnya, tagihan itu sudah lunas setelah ia mendapat pekerjaan dengan gaji lebih layak dan kini tak lagi menggunakan paylater untuk gaya hidup.
Sedangkan Dwinda (29), mengaku masih menggunakan paylater sampai saat ini dengan rata-rata tagihan Rp500.000 hingga Rp600.000 per bulan untuk membeli baju, pulsa, hingga kosmetik, dan terkadang untuk memenuhi gaya hidup, misalnya membeli kacamata baru agar lebih keren.
“Contohnya misal, kacamata udah punya, tapi pengin punya yang baru biar lebih keren, akhirnya pakai paylater dulu,” sambung dia.


