Jakarta, Purna Warta – Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh menegaskan partainya tetap mengusulkan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) sebesar 7 persen, dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (RUU Pemilu).
Surya Paloh bahkan menyatakan, Nasdem siap menerima konsekuensi jika usulan tersebut membuat partainya tidak lolos ke parlemen, lantaran belum memenuhi ambang batas.
“Nasdem mengusulkan 7 persen. Walaupun surveinya Nasdem 4 persen. Jadi Nasdem itu mengikhlaskan dirinya, kalau dia enggak masuk di parlemen, karena parliamentary threshold-nya tinggi. Ya itulah bagian daripada keinginan kita mementingkan kepentingan nasional. Lebih besar daripada kepentingan partai,” ujar Surya Paloh saat ditemui di Nasdem Tower, Jakarta, Sabtu (19/9/2026).
Menurut Surya Paloh, sikap tersebut merupakan garis partai yang selama ini dipegang Nasdem dalam pembahasan mengenai ambang batas parlemen.
“Saya barangkali memang menyerahkan ini pada tentu fraksi partai kita ya, sebagai perpanjangan tangan partai Nasdem di DPR, tapi garis partai dari kalian kan tahu mengikuti terus. Jadi pemilu ke pemilu memang Nasdem paling eager untuk menaikkan tingkat parliamentary threshold. Harus katakan sejujurnya, memang itu,” jelas Surya Paloh.
Dia menerangkan, usulan tersebut tidak terlepas dari keinginan Nasdem agar jumlah partai yang berada di parlemen lebih sedikit. Menurut Surya Paloh, kondisi itu dinilai dapat membuat proses demokrasi berjalan lebih efektif.
“Karena memang pertimbangan kita adalah selected party. Lebih sedikit partai, untuk mengatur lalu lintas jalannya demokrasi negeri ini, menurut pandangan Nasdem tentunya, ya,” kata Surya Paloh.
Meski begitu, Surya Paloh menekankan bahwa pandangan tersebut bukan berarti bisa dianggap sebagai suatu hal yang mutlak benar.
Nasdem, kata dia, tetap menghargai perbedaan pandangan dari partai politik lainnya. Namun, Surya Paloh menilai sistem dengan jumlah partai yang lebih sedikit dapat membuat demokrasi berjalan lebih efektif dibandingkan sistem multipartai.
“Belum berarti pandangan ini absolut benar ya. Di mata kawan-kawan lain dan kami menghargai juga perbedaan itu, tapi bagi kami, selected party itu jelas lebih efektif jalannya demokrasi kita dibandingkan dengan sistem multipartai,” tutur dia.
Oleh karena itu, Surya Paloh meyakini kenaikan ambang batas parlemen menjadi salah satu cara untuk mewujudkan gagasan tersebut.


