Sri Mulyani: Kementerian dan Lembaga Baru Akan Muncul di Pemerintahan Prabowo

Jakarta, Purna Warta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa akan muncul kementerian dan lembaga (K/L) baru dalam pemerintahan Prabowo Subianto. Ia menyebut bahwa fenomena ini sejatinya telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir dan diperkirakan akan terus berlanjut di masa depan.

Baca juga: Meski Menurun, Keyakinan Konsumen di Mei 2025 Masih Optimis Menurut BI

“Kita semua melihat bahwa sejak beberapa tahun terakhir hingga ke depan, akan terus bermunculan institusi-institusi baru. Bukan hanya kementerian, tetapi juga lembaga-lembaga lainnya,” kata Sri Mulyani dalam pelantikan sejumlah pejabat Kementerian Keuangan yang disiarkan melalui YouTube @KemenkeuRI, ditulis Sabtu (14/6/2025).

Sri Mulyani menjelaskan bahwa institusi-institusi baru yang dimaksud terdiri dari beberapa tipe. Ada yang bersifat ketat (strict), seperti agency yang berhubungan langsung dengan kementerian atau menyerupai kementerian. Selain itu, juga muncul lembaga kuasi yang berada di antara entitas pemerintah dan korporasi.

“Ada lembaga yang strict, seperti agency yang berhubungan langsung dengan kementerian atau yang mirip dengan kementerian, tapi juga muncul lembaga kuasi, bukan pemerintah, namun juga bukan korporasi. Hal itu menjadi tantangan baru dalam pengelolaan keuangan negara, terutama dari sisi perbendaharaan dan pembiayaan,” bebernya.

Menurut Sri Mulyani, kemunculan K/L baru ini menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan keuangan negara, khususnya dari sisi perbendaharaan (treasury) dan pembiayaan. Ia menyoroti pentingnya peran dua Direktorat Jenderal di lingkungan Kementerian Keuangan yang sangat terkait dengan pengelolaan anggaran, yakni Ditjen Perbendaharaan dan Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko.

Dalam pesannya, Sri Mulyani menegaskan bahwa pengelolaan keuangan negara tidak bisa lagi dilihat secara sederhana hanya sebagai transaksi keluar-masuk dana, melainkan harus disertai dengan manajemen risiko dan perencanaan yang matang.

Baca juga: MUI Kutuk Serangan Israel ke Teheran, Desak Penegakan Hukum Internasional

“Untuk Ditjen Perbendaharaan dan Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, kita semua tahu bahwa mengelola keuangan negara, sebagai bendahara negara, tidak hanya sekadar mengelola uang masuk, menyimpannya dalam akun di Bank Indonesia, lalu membayarkannya ke luar,” ujarnya.

“Treasury dan manajemen risiko dari operasi keuangan negara kini menjadi semakin kompleks dan menantang. Fungsi treasury harus terus ditingkatkan, tidak hanya sebagai kasir, tetapi juga harus mampu menjadi shock absorber dan mengantisipasi kebutuhan pembiayaan yang semakin sophisticated,” tutup Sri Mulyani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *