Jakarta, Purna Warta – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkapkan bahwa deposit atau setoran awal untuk judi online (judol) melalui dompet digital (e-wallet) telah mencapai Rp 1,6 triliun hingga semester-I 2025, dengan total 12,6 juta kali transaksi.
Baca juga: Anggota DPR Minta Pemerintah Evaluasi Rencana Pemindahan IKN
Hal ini disampaikan oleh Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, di tengah isu rencana pemblokiran e-wallet. “Sudah banyak pelaporan ke PPATK. Berdasarkan data semester I tahun 2025, diketahui bahwa deposit judi online melalui e-wallet mencapai Rp 1,6 triliun dengan transaksi mencapai 12,6 juta kali transaksi,” kata Ivan kepada detikcom.
Ivan menegaskan bahwa PPATK terus mengawasi aliran dana pencucian uang, termasuk yang berasal dari judi online melalui e-wallet. Pengawasan ini dilakukan untuk melindungi pihak-pihak yang dirugikan. “Sesuai dengan tugas dan fungsi PPATK, pengawasan terhadap kepatuhan dan penerapan ketentuan Anti Pencucian Uang oleh Penyedia Jasa Keuangan termasuk e wallet terus dilakukan secara berkelanjutan,” imbuh Ivan.
Ivan juga mengklarifikasi bahwa tidak ada pemblokiran massal terhadap e-wallet. Pemblokiran hanya akan dilakukan pada kasus-kasus tertentu yang terindikasi tindak pidana, termasuk judi online. “Tidak ada pemblokiran e-wallet (secara massal), kecuali berdasarkan kasus-kasus yang terjadi,” tambahnya.
Sebelumnya, PPATK memprediksi perputaran dana judi online bisa mencapai Rp 1.100 triliun pada akhir 2025. Prediksi ini naik 206% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp 359 triliun. Ivan menyebut, kemudahan akses digital menjadi salah satu faktor suburnya judi online. Namun, ia juga menyatakan bahwa intervensi pemerintah, seperti pemblokiran situs dan rekening, berhasil menekan perputaran dana.
Baca juga: Kemensos Jamin Pengadaan Laptop Sekolah Rakyat Berlangsung Transparan
“Saya ditanya lagi prediksi judol akhir tahun 2025, akhir tahun Rp 1.100 triliun. Tapi kita tekan secara radikal, kita sikat situsnya, sikat rekening. Semester-I 2025 terlihat sangat sukses semester-I hanya Rp 99 triliun,” kata Ivan dalam acara ‘Strategi Nasional Memerangi Kejahatan Finansial’ di Jakarta Selatan, Selasa (5/8/2025). Meskipun demikian, perputaran dana pada tahun 2024 masih naik 10% dari tahun 2023 yang mencapai Rp 327 triliun.


