Pemerintah Targetkan Nol Persen Kemiskinan Ekstrem pada 2026

Jakarta, Purna Warta – Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menargetkan kemiskinan ekstrem di Indonesia dapat dihapuskan pada tahun 2026. Target ini disampaikan oleh Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko.

Baca juga: Penolakan Kenaikan PBB di Pati Dipicu Pemangkasan Dana Pusat

Selain itu, target kemiskinan relatif juga diturunkan menjadi 4,5% pada tahun 2029, dari angka saat ini sebesar 8,47%.

“Pertama, target Bapak Presiden Prabowo Subianto 0% kemiskinan ekstrem di 2026. Ya mendekati 0% lah, 0% itu terlalu sempurna. Kemiskinan relatif itu 4,5%, sekarang kan 8,47%. Pada 2029, 4,5%-5%,” ujar Budiman dalam konferensi pers.

Target tersebut akan didukung dengan penciptaan lapangan kerja baru yang masif. Terdapat dua program pemerintah yang diproyeksikan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Program Penyerapan Tenaga Kerja

1. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih: Program ini diperkirakan akan menyerap sekitar 2 juta tenaga kerja jika sudah terbentuk 80.000 koperasi. “Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sudah menghitung minimal akan ada 2 juta tenaga kerja baru terserap kalau sudah 80.000,” jelas Budiman.

2. Program MBG (Makan Bergizi Gratis): Wakil Kepala I BP Taskin, Nanik S. Deyang, mengungkapkan program ini diyakini mampu menyerap hingga 3,5 juta tenaga kerja pada tahun ini. Perhitungan tersebut didasarkan pada asumsi bahwa satu dapur MBG mempekerjakan 50 orang, dikalikan dengan target 30.000 dapur MBG. “Dapur MBG, kalau kita hitung, misalnya yang kerja langsung saja 50 orang. Dikali 30 ribu dapur, itu 1,5 juta. Artinya tahun ini, 3,5 juta tenaga kerja,” ungkapnya.

Nanik menambahkan bahwa angka tersebut baru berasal dari dua program prioritas, dan jumlahnya akan terus bertambah seiring berjalannya program lain seperti sekolah rakyat.

“Ini baru dua. Saya belum bicara sekolah rakyat, yang akan menyerap tenaga kerja dari guru honorer yang diangkat. Artinya, dari dua program Pak Presiden ini saja, dari MBG dan koperasi, tahun ini kira-kira sudah 3,5 juta orang. Otomatis, insyaallah, sebelum 2026 kemiskinan ekstrem bisa dihapuskan. Insyaallah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Budiman pernah menjelaskan kepada detikcom bahwa cara mencapai target 0% kemiskinan ekstrem adalah dengan mendorong terciptanya pelaku usaha di berbagai sektor.

Baca juga: Jembatan Bascule Pertama Jakarta: Menghubungkan Gandaria dengan Kebayoran Lama

“Jika mengacu pada data terakhir mengenai tingkat kemiskinan ekstrem sebesar 0,83% pada Maret 2024 atau setara dengan populasi 2,35 juta jiwa, maka target 0% kemiskinan ekstrem pada akhir 2026 masih realistis. (Caranya) dengan menciptakan entrepreneurship pemberdayaan ekonomi di beberapa sektor,” katanya.

Untuk mendukung target ini, pemerintah telah mengalokasikan anggaran Rp 504,7 triliun untuk program jaminan dan perlindungan sosial, yang mencakup:

• PKH dan BPNT di Kemensos sebesar Rp 79,59 triliun.

• PIP dan KIP Kuliah hingga Rp 30 triliun.

• Penerima Bantuan Iuran (PBI) untuk BPJS Kesehatan sekitar Rp 49 triliun.

• BLT Desa sekitar Rp 10,7 triliun.

• Subsidi energi dan non-energi senilai hingga Rp 330 triliun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *