Jakarta, Purna Warta – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai merekomendasikan karya penulis Barat untuk dibaca anak muda. Pigai beralasan, rekomendasinya didasarkan pada pengalaman menulis sejak muda, di mana ia pernah mendapat rekomendasi buku bacaan dari penulis kenamaan Romo Mangunwijaya dan ditantang menulis oleh orang yang sama.
Pigai mengungkapkan pernyataan tersebut melalui laman akun X dan Instagram pribadinya, disertai foto sejumlah buku yang berhasil ia tulis, Minggu (2/7/2026).
“Mengapa saya berkomentar soal buku dan karya cipta yang wajib dibaca oleh generasi muda dan saat ini mendapat beragam reaksi publik,” kata Pigai dalam unggahannya.
Pigai menjelaskan bahwa saat di Yogyakarta, ia mendapat rekomendasi pustaka dari Romo Mangun di Gang Kuwera Nomor 12 Gejayan.
“Beliau pula yang mengajarkan saya buku seperti apa yang saya harus baca,” imbuh Pigai.
Ia mengingat tantangan Romo Mangun untuk menulis karya objektif tentang Papua meskipun ia orang Papua. Karena tantangan tersebut, Pigai menjadi salah satu penulis termuda Indonesia yang menulis buku ilmiah populer di luar sastra pada usia 21 tahun, berjudul
“Evolusi Nasionalisme dan Sejarah Konflik Politik di Papua” yang diterbitkan pada 1999 dan diulas dalam berbagai bahasa.
Pigai juga memperlihatkan karya lain berjudul “Migrasi Tenaga Kerja Internasional” yang telah menjadi referensi di berbagai universitas.
“Hasilnya karena buku ini hari ini, saya menjadi satu di antara 39 Menteri dari 287 juta penduduk Indonesia. Jadi saya bukan anak karbitan,” bebernya.
Menteri HAM merekomendasikan masyarakat dan anak-anak Indonesia untuk membaca buku-buku karangan penulis luar negeri atau versi terjemahannya, dengan alasan buku yang ditulis orang Barat lebih objektif.
“Kenapa? Karena kalau orang Indonesia nulis itu sesuai versinya dan subjektif,” tutur Pigai.


