Jakarta, Purna Warta – Pengguna LRT Jabodebek kini diperbolehkan untuk berbuka puasa dengan makanan dan minuman ringan di dalam rangkaian kereta maupun di stasiun pada waktu berbuka puasa.
Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi, menyampaikan bahwa kebijakan ini diambil karena pihaknya memahami kebutuhan penumpang yang mungkin harus berbuka puasa di tengah perjalanan.
Baca juga: KSPI dan Partai Buruh Gelar Aksi di Istana Negara Tolak PHK Massal Sritex
Sebagai bentuk fasilitas bagi pengguna, KAI memberikan kesempatan berbuka puasa di dalam kereta mulai dari waktu adzan Magrib hingga pukul 19:00 WIB. Pengguna diperbolehkan mengonsumsi makanan ringan yang praktis dan mudah dikonsumsi, seperti kurma atau roti.
“Kami juga mengimbau agar pengguna tetap menjaga kebersihan, ketertiban dan kenyamanan selama berbuka puasa di dalam kereta. Makanan berat atau yang berbau menyengat diharapkan tidak dibawa untuk menghindari ketidaknyamanan bagi pengguna lainnya,” ujar Purnomosidi dalam keterangan tertulis, Minggu (2/3/2025).
Purnomosidi juga mengingatkan bahwa penumpang diharapkan menyimpan sampah sisa berbuka hingga tiba di stasiun tujuan, mengingat tidak tersedianya tempat sampah di dalam kereta.
Sebagai tambahan layanan bagi pengguna, KAI menyediakan fasilitas air minum gratis yang dapat dinikmati di seluruh stasiun LRT Jabodebek. Selain itu, setiap stasiun juga dilengkapi dengan musala guna menunjang kenyamanan pengguna yang ingin melaksanakan ibadah selama bulan Ramadan.
Baca juga: Pemerintah Tetapkan Skema Baru Harga Gas Bumi Tertentu untuk Perkuat Industri
“KAI berharap kebijakan ini dapat memberikan kenyamanan bagi pengguna LRT Jabodebek yang menjalankan ibadah puasa, sekaligus memastikan perjalanan mereka tetap lancar dan efisien selama bulan Ramadan,” tambahnya.
Sebagai informasi, selama bulan Ramadan, LRT Jabodebek akan tetap beroperasi dengan jadwal normal, yaitu sebanyak 366 perjalanan pada hari kerja (weekday) serta 270 perjalanan pada akhir pekan, hari libur nasional, dan cuti bersama.


