KKP Targetkan 100 Kampung Nelayan Merah Putih, Dorong Produktivitas dan Modernisasi Kawasan Pesisir

Jakarta, Purna Warta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah menjaring desa pesisir serta kampung budi daya yang memiliki potensi tinggi untuk dijadikan lokasi pelaksanaan Program Kampung Nelayan Merah Putih. Inisiatif ini bertujuan mendorong kawasan pesisir menjadi lebih produktif, terintegrasi, dan berdaya saing—seperti yang telah diwujudkan di Desa Samber-Binyeri, Kabupaten Biak Numfor, Papua.

Baca juga: Densus 88 Tangkap Remaja Penyebar Propaganda ISIS di Gowa, Aktif Sebar Konten Teror Lewat WhatsApp

Program tersebut dirancang khusus untuk mengubah wajah desa pesisir dan kampung budi daya menjadi kawasan yang modern dan efisien dalam menghasilkan produk perikanan bernilai jual tinggi.

“Ini adalah program transformasi dari Kampung Nelayan Modern yang digagas Pak Menteri Trenggono untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan. Kita harus pastikan lokasi memenuhi syarat dan kriteria, khususnya masalah lahan,” kata Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan bidang Ekonomi, Sosial dan Budaya, Trian Yunanda dalam keterangan tertulis, Minggu (25/5/2025).

Implementasi program ini dilakukan melalui kerja sama erat dengan pemerintah daerah dalam menjaring lokasi potensial. Tujuannya agar pelaksanaan berjalan optimal dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat lokal.

Pada tahap awal, KKP menargetkan pembangunan sebanyak 100 Kampung Nelayan Merah Putih. Kriteria lokasi yang ditetapkan antara lain adalah: lebih dari 80% penduduk bekerja sebagai nelayan atau pembudidaya ikan, ketersediaan lahan clear and clean seluas lebih dari 1 hektare untuk pembangunan fasilitas produksi, serta potensi sumber daya perikanan, budidaya, dan wisata bahari yang bisa dikembangkan. Lokasi tersebut juga harus terintegrasi dengan Koperasi Desa Merah Putih.

“Sampai tanggal 27 Mei, kami masih menerima proposal pengajuan program Kampung Nelayan Merah Putih dari Dinas Kelautan dan Perikanan. Program ini transparan dan dapat diakses oleh pemda untuk semua wilayah di Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Trian menjelaskan bahwa program ini mendorong masyarakat perikanan untuk lebih produktif secara berkelanjutan, serta mengubah wajah kampung nelayan dan pembudidaya tradisional menjadi kawasan yang tertata dan modern.

Fasilitas yang akan dibangun di lokasi terpilih meliputi dermaga, gudang beku, balai pelatihan, pabrik es, sentra kuliner, menara pandang, docking kapal, tempat pelelangan ikan beserta sistem drainase dan IPAL, hingga gedung perkantoran.

“Kami ingin melanjutkan keberhasilan transformasi wajah kampung nelayan seperti di Biak, Papua. Nantinya program ini akan terintegrasi dengan Koperasi Desa Merah Putih sebagai tulang punggung dan berada di posisi sentral seluruh aktivitas ekonomi,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan survei ke sejumlah lokasi calon kampung nelayan di Batam, Kepulauan Riau, seperti Kampung Tua Bagan, Tanjung Banon, dan Belakang Padang. Menurutnya, kampung-kampung nelayan tersebut memiliki karakteristik unik karena berada di atas permukaan laut.

Baca juga: Lahan BMKG di Pondok Aren Ditertibkan, Belasan Anggota Ormas GRIB Jaya Ditangkap Terkait Pungli

“Kami akan kaji hasil dari survei lokasi di kampung nelayan Batam ini. Kami banyak temukan kampung nelayan berada di atas permukaan laut, apa dimungkinkan dari sisi aturan, sehingga kita bisa membangun,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan bahwa Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan pembangunan hingga 1.100 kampung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *