Jakarta, Purna Warta – Gerindra meminta pemerintah mengevaluasi pelaksanaan latihan dasar militer (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), menyusul meninggalnya lima peserta program.
Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso menyampaikan belasungkawa dan menilai peristiwa itu harus menjadi momentum memperbaiki pelaksanaan program tanpa menghilangkan tujuan besarnya.
“Peristiwa ini harus dievaluasi secara menyeluruh. Evaluasi untuk memastikan standar keselamatan, pengawasan, dan tata kelola pelaksanaan program semakin baik sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar Sugiat kepada wartawan, Selasa (30/6/2026).
Meski demikian, Gerindra menegaskan evaluasi itu tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan Program KDMP dan KNMP yang merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sugiat menekankan bahwa pembenahan perlu dilakukan terhadap seluruh aspek penyelenggaraan, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga sistem pengawasan di lapangan.
Sugiat juga meminta pemerintah memberikan pendampingan kepada keluarga korban serta menangani kasus tersebut secara terbuka, transparan, dan akuntabel.
“Negara tidak boleh abai. Pemerintah harus memastikan keluarga korban mendapatkan pendampingan, perhatian, serta seluruh hak yang menjadi tanggung jawab negara,” pungkasnya.


