Al-Quds, Purna Warta – Menteri Pertahanan Israel menyatakan bahwa dirinya telah mencapai kesepakatan dengan Komandan Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) untuk tidak menarik pasukan dari zona-zona keamanan di Lebanon, Suriah, dan Jalur Gaza.
Menurut laporan Menteri Pertahanan Israel Yisrael Katz pada Senin mengatakan, “Saya telah mencapai kesepakatan dengan Komandan Komando Pusat Militer Amerika Serikat agar kami tidak menarik diri dari kawasan-kawasan keamanan di Lebanon, Suriah, dan Gaza.”
Menurut laporan Al Jazeera, Katz menambahkan bahwa tidak akan ada penarikan pasukan lebih lanjut selain dari dua kawasan uji coba di Lebanon selatan selama Hizbullah belum dilucuti persenjatannya.
Katz juga menyatakan bahwa setelah adanya pembatasan dari Amerika Serikat, Israel beralih ke rencana alternatif berupa perluasan “zona garis kuning” di Lebanon selatan.
Ia menambahkan bahwa tentara Lebanon tidak akan secara tiba-tiba mengambil tindakan militer terhadap Hizbullah dan bahwa keberadaan pasukan Israel di Lebanon akan berlangsung dalam jangka panjang.
Yisrael Katz beberapa kali menyatakan bahwa Israel akan mempertahankan kehadiran militernya di sejumlah wilayah yang dianggap penting bagi keamanan nasional hingga ancaman dari Hizbullah dinilai telah berkurang. Pemerintah Israel berpendapat bahwa keberadaan pasukan di beberapa titik diperlukan untuk mencegah serangan lintas batas.
Di Lebanon selatan, gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat mengacu pada penerapan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa Resolusi 1701, yang antara lain menyerukan penarikan kelompok bersenjata nonnegara dari wilayah selatan Sungai Litani serta penguatan peran tentara Lebanon dan pasukan penjaga perdamaian UNIFIL. Namun, implementasi penuh resolusi tersebut masih menjadi sumber perselisihan antara Israel, Lebanon, dan Hizbullah.
Komando Pusat Militer Amerika Serikat, atau United States Central Command (CENTCOM), bertanggung jawab atas operasi militer AS di Timur Tengah. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari CENTCOM yang mengonfirmasi adanya kesepakatan sebagaimana diklaim oleh Katz mengenai tidak dilakukannya penarikan pasukan Israel dari Lebanon, Suriah, dan Gaza.
Sejak pecahnya konflik Gaza pada Oktober 2023, Israel juga mempertahankan operasi militer di sejumlah wilayah di Suriah dan sepanjang perbatasan Lebanon dengan alasan mencegah pengiriman senjata serta aktivitas kelompok-kelompok yang didukung Iran, sementara pemerintah Lebanon dan Suriah menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan wilayah mereka.


