BNPB: 123,2 Hektar Lahan di Raja Ampat Terbakar Akibat Karhutla 

Jakarta, Purna Warta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sebanyak 123,2 hektar lahan di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi (Kapusdatin) Kebencanaan, Berton SP Panjaitan, mengungkapkan, karhutla di Kabupaten Raja Ampat itu berlangsung mulai 4-7 Oktober 2026.

“Mengakibatkan sekitar 123,2 hektar lahan terbakar. Area terdampak meliputi Kelurahan Bonkawir, Waisai Kota, Warmasen, serta Kampung Sapoekren,” ungkap Berton dalam siaran pers BNPB, dikutip Sabtu (10/10/2026).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Raja Ampat bersama tim gabungan melakukan pemadaman dengan menyemprotkan air dan menggunakan metode manual.

Petugas juga melokalisasi titik api serta memantau lokasi setelah api padam.

“Berdasarkan laporan terakhir pada Jumat (9/10/2026), api berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman serta kondusif. Tidak terdapat korban jiwa yang dilaporkan,” ujar dia.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan sembarangan dan tidak membakar sampah tanpa pengawasan.

Warga juga diminta segera melapor kepada petugas jika menemukan titik api atau tanda-tanda kebakaran.

“Masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran, terutama di wilayah yang terdampak asap, diimbau mengikuti arahan petugas dan mengurangi paparan asap,” kata dia.

“Apabila kualitas udara terganggu, masyarakat dapat menggunakan masker yang sesuai dan membatasi aktivitas di luar ruangan,” tambah dia.

BNPB juga meminta pemerintah daerah, BPBD, dan instansi terkait memperkuat pemantauan titik api serta memastikan kesiapan personel dan peralatan untuk mengantisipasi kebakaran susulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *