
PurnaWarta – Perburuan dan pembunuhan Tenggiling meningkat di Liberia menurut organisasi non-pemerintahan Flora and Fauna International di negara itu. (Photo by JOHN WESSELS / AFP)
Tenggiling, mamalia bersisik dan tidak bergigi pemakan serangga, adalah salah satu hewan favorit diburu di Liberia. Warga Liberia memakan dagingnya, lalu sisiknya yang berbahan keratin seperti kuku manusia, dijual. (Photo by JOHN WESSELS / AFP)
Tenggiling saat ini terancam di seluruh dunia, tetapi menjadi salah satu menu makanan lezat di negara Afrika Barat yang miskin seperti Liberia.(Photo by JOHN WESSELS / AFP)
Tenggiling dipercaya sebagai binatang yang paling banyak diselundupkan di dunia. Hewan ini cuma ditemukan di hutan Asia dan Afrika. Menurut UNODC, Afrika telah menjadi sumber perdagangan besar tenggiling sejak 2013. Liberia, Kamerun, Guinea adalah pasar asal tenggiling. (Photo by JOHN WESSELS / AFP)

Liberia merupakan sasaran utama buat penyelundup lantaran 40 persen tertutup hutan dan pemerintahannya lemah. Selain itu Liberia juga masih belum pulih dari perang 1989-2003 dan krisis Ebola pada 2014-2016. Setelah didesak pecinta alam, pemerintah Liberia telah melarang perburuan dan penjualan tenggiling. Namun saat ini praktik seperti itu masih terjadi lantaran memakan tenggiling adalah tradisi lama. (Photo by JOHN WESSELS / AFP)





