Komandan Kepolisian Iran Ungkap Gagalnya Operasi Besar Musuh di Sekitar Isfahan

Teheran, Purna Warta – Komandan Kepolisian Nasional Iran, Ahmadreza Radan, membeberkan gagalnya sebuah operasi besar musuh di sekitar bandara terbengkalai dekat Isfahan. Ia menegaskan bahwa operasi tersebut berhasil dipatahkan berkat kesiapan tinggi pasukan, perubahan taktik yang cepat, serta koordinasi erat antara kepolisian, Kementerian Intelijen, IRGC, dan militer Iran.

Dalam keterangannya, Radan mengatakan bahwa musuh datang dengan rencana yang besar dan kompleks, namun akhirnya gagal total. Ia juga menepis klaim yang beredar soal penggunaan pesawat-pesawat tua dalam operasi itu, dan menyebut tuduhan tersebut tidak masuk akal untuk sebuah operasi yang rumit dan serius. Menurutnya, musuh justru mengalami kepanikan, bahkan sampai menyerang sebagian unitnya sendiri, sebelum akhirnya terpaksa mundur dan melarikan diri dari kawasan tersebut.

Radan menambahkan, pukulan pertama terhadap perlengkapan musuh dilakukan oleh pasukan satuan elite kepolisian dengan menggunakan senjata semi-berat, termasuk dushka dan meriam terkait, yang berperan penting dalam menghentikan laju musuh. Ia menegaskan bahwa musuh sama sekali tidak memperkirakan satuan elite polisi mampu memberikan pukulan seberat itu, dan juga tidak membayangkan tingkat koordinasi antara kepolisian, IRGC, militer, dan Kementerian Intelijen akan sedemikian kuat.

Selain menyinggung operasi tersebut, Radan juga memaparkan berbagai langkah keamanan yang diambil aparat Iran dalam periode terakhir. Ia menyebut lebih dari 78 pencuri telah dilumpuhkan, ditangkap, atau dikeluarkan dari lingkar kejahatan melalui tindakan bersenjata aparat. Di ruang siber, sekitar 900 orang yang diduga membuat keresahan publik berhasil diidentifikasi, dan lebih dari 400 orang di antaranya ditangkap karena menyebarkan gambar dan informasi dari lokasi-lokasi serangan.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa lebih dari 700 unsur aktif dari jaringan monarkis juga telah ditangkap, sementara lebih dari 100 orang yang terkait dengan kelompok teroris berhasil diidentifikasi dan diamankan. Aparat Iran juga mengungkap penyitaan lebih dari 3.000 pucuk senjata, sejumlah besar amunisi perang, senjata tajam, serta lebih dari 6.000 peralatan mata-mata yang disebut akan digunakan dalam aksi-aksi sabotase.

Di akhir pernyataannya, Radan menegaskan bahwa pengalaman ini sekali lagi menunjukkan pentingnya sinergi antarlembaga keamanan dan militer dalam menghadapi ancaman gabungan yang kompleks. Menurutnya, koordinasi lapangan yang kuat menjadi faktor utama dalam menjaga keamanan negara dan menggagalkan rencana-rencana musuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *