
PurnaWarta – Seorang tentara menjaga sebuah SPBU di Kolombo, Sri Lanka pada Rabu (23/3). (Photo by Ishara S. KODIKARA / AFP).
Pemandangan terlihat kala negara itu bergulat dengan krisis ekonomi terburuk dalam lebih dari tujuh dekade terakhir. Krisis ekonomi telah memicu krisis listrik, BBM dan bahan pokok masyarakat seperti makanan dan gas di negara itu. (Photo by Ishara S. KODIKARA / AFP).
Akibat krisis itu, masyarakat harus antre untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di sebuah pom bensin di Kolombo pada Rabu (23/3) kemarin. (Photo by Ishara S. KODIKARA / AFP).
Seorang warga Sri Lanka, Seetha Genasekera (36 tahun) berharap pemerintah segera menggelontorkan bantuan untuk mengatasi masalah itu. (Photo by Ishara S. KODIKARA / AFP).
Ia mengatakan bantuan pemerintah sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah itu. Pasalnya, rakyat sudah sangat menderita akibat masalah itu. Meskipun demikian, sampai saat ini pemerintah Sri Lanka belum mengambil kebijakan apapun terkait desakan itu. Juru Bicara Pemerintah Sri Lanka Ramesh Pathirana mengatakan hanya mengatakan agar antrean tak menimbulkan masalah, pemerintah mengerahkan pasukan di pom bensin dan titik pasokan BBM. Pengerahan pasukan dilakukan setelah tiga orang usia lanjut meninggal saat antre mencari BBM. (Photo by Ishara S. KODIKARA / AFP).






