[FOTO] – Keadaan Mencekam usai Pendukung Ulama Top Serbu Istana Negara Irak

keadaan Mencekam usai Pendukung Ulama Top Serbu Istana Negara Irak
keadaan Mencekam usai Pendukung Ulama Top Serbu Istana Negara Irak

PurnaWarta – Pasukan keamanan Irak menembakkan gas air mata ke arah para pendukung al-Sadr yang telah menyerbu Istana Negara, di Baghdad. Al-Sadr, seorang ulama Syiah yang sangat berpengaruh mengumumkan dia akan mengundurkan diri dari politik Irak hingga memicu amarah para pengikutnya yang lantas menyerbu istana Negara. Kekacauan pada hari Senin memicu kekhawatiran bahwa kekerasan dapat meletus di negara yang telah dilanda krisis politik terburuk dalam beberapa tahun. (AP Photo/Hadi Mizban)

Di tengah kekacauan ini, pemerintah menetapkan jam malam total terutama di Ibu Kota Baghdad. Komando Operasi Gabungan Irak mengumumkan bahwa jam malam total itu akan berlaku di ibu kota mulai pukul 15.30 waktu setempat. Dengan aturan jam malam total ini, seluruh warga dan kendaraan tak boleh berlalu-lalang setelah waktu yang ditetapkan. Jam malam ini ditetapkan ketika para pendukung Sadr menyerbu Istana Negara.(REUTERS/Alaa Al-Marjani)

Seorang jurnalis AFP melaporkan bahwa para pengunjuk rasa yang penuh amarah memasuki Istana Negara tak lama setelah Sadr mengumumkan berhenti dari panggung politik. Demonstrasi terbaru ini membuat Irak makin larut dalam konflik politik berkepanjangan sejak pemilu digelar 10 bulan lalu, tepatnya pada Oktober 2021 (REUTERS/Ahmed Saad TPX IMAGES OF THE DAY)

Kala itu, koalisi politik Sadr sebenarnya meraup suara paling banyak di parlemen, tapi tak cukup untuk membentuk mayoritas. Setelah berulang kali mencoba, mayoritas tetap tak terbentuk. Hingga akhirnya, parlemen mengajukan sejumlah nama dan koalisi untuk mengisi kekosongan pemerintahan. (REUTERS/Ahmed Saad)

Kerangka Kerja Koordinasi di parlemen lantas mencalonkan mantan menteri kabinet, Mohammed Shia al-Sudani, sebagai PM. Faksi Sudani di parlemen berisi kader-kader musuh bebuyutan Sadr, seperti eks PM Nuri al-Maliki, dan Hashed al-Shaabi. Sadr sempat menyerukan agar pendukungnya bergerak menentang keputusan tersebut pada bulan lalu. Para pendukung sampai-sampai menduduki parlemen. Sekitar satu bulan setelah rentetan unjuk rasa itu, Badr malam mengumumkan mundur dari dunia politik pada hari ini. (REUTERS/Alaa Al-Marjani)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *