The Guardian: Bom Memakan Korban, Begitu Juga Dengan Gejolak Ekonomi

korban

Purna WartaLebih dari 3.300 warga Iran yang meliputi 383 anak-anak menjadi korban tewas sejak AS dan Israel melancarkan perang ilegal, kata pihak berwenang Iran. Donald Trump awalnya mengatakan bahwa ia memperkirakan akan melanjutkan perang, namun tiba-tiba secara sepihak mengumumkan bahwa ia memperpanjang gencatan senjata.

Apa pun yang terjadi berkenaan dengan negosiasi di Islamabad, biaya konflik ini akan terus meningkat. Satu-satunya kesamaan kedua pihak adalah bahwa masing-masing membutuhkan perdamaian dan disaat yang sama berupaya menekan pihak lawan untuk memberikan konsesi.

Iran dalam perang mengerahkan berbagai macam drone dan rudal dengan menyadari bahwa senjata utamanya adalah dampak ekonomi yang ditimbulkan, terutama melalui kendali atas Selat Hormuz. IMF memperingatkan bahwa eskalasi lebih lanjut dapat memicu resesi global.

Kepala IMF, Kristalina Georgieva, mengatakan bahwa krisis tersebut akan tetap menjadi ancaman bagi ekonomi global bahkan jika sudah berakhir sekalipun. Meski dampaknya terasa luas, dampaknya tak merata sama sekali. Negara-negara yang relatif miskin dan sangat bergantung pada impor akan menjadi korban dari kombinasi biaya energi, pangan dan pupuk yang melonjak tinggi ini.

Ekonomi Iran berada dalam kondisi yang sangat buruk akibat sanksi puluhan tahun dan berbagai situasi sulit yang melanda sampai saat ini. Namun, sistem tersebut terbangun untuk bertahan dari keterpurukan dan tekanan militer. Mereka juga tahu bahwa biaya yang digelontorkan AS dalam perang tidaklah sedikit.

Gedung Putih menolak permintaan para senator untuk memberikan angka pasti, tetapi Pentagon dilaporkan memberi tahu bahwa biaya militer mencapai lebih dari 11,3 miliar dollar hanya dalam enam hari pertama. Angka tersebut secara luas dianggap sebagai perkiraan yang terlalu rendah. Profesor Linda Bilmes, seorang ahli keuangan publik Harvard, memperkirakan bahwa perang tersebut kemungkinan menelan biaya 1 triliun dollar bagi AS.

Kenaikan harga pangan paling berdampak pada kaum miskin yang menghabiskan sebagian besar pendapatan mereka untuk kebutuhan pokok. Program Pangan Dunia memperingatkan bulan lalu bahwa 45 juta orang terutama di Asia dan Afrika rawan jatuh ke dalam kemiskinan parah.

Kebutuhan meningkat sementara anggaran bantuan dipangkas. Sama halnya dengan kenyataan bahwa lebih banyak nyawa akan hilang karena dampak ekonomi dari konflik ini. Perdamaian di masa depan tidak akan memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi. Tetapi semakin lama perang ini berlanjut, semakin besar kehancuran yang akan ditimbulkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *