HomeLainnyaOpini & CeritaKonsisten Bertahan dalam Gempuran Digital, 8 Koran ini Masih Cetak Berita

Konsisten Bertahan dalam Gempuran Digital, 8 Koran ini Masih Cetak Berita

PurnaWarta — Semenjak adanya portal berita berupa site, banyak sekali perusahaan yang bekerja dalam bidang berita seperti koran dan majalah pindah ke berita digital. Mereka memposting berita mereka di portal-portal site. Namun tahukah kalian bahwa masih ada beberapa perusahaan berita yang masih bertahan untuk mencetak beritanya berupa koran.

Dilansir dari Kaskus, era digital semakin mempermudah manusia termasuk untuk mendapatkan konten berita. Jika dulu untuk membaca berita harus membeli koran di pagi hari, kini membaca berita terbaru bisa kapan saja lewat smartphone dengan mengakses portal berita online.

Dengan demikian, koran cetak pun semakin ditinggalkan walaupun masih ada pembacanya. Jumlah halaman koran cetak pun semakin sedikit, padahal dulu lumayan tebal dan ada koran nasional yang sampai lebih dari 50 halaman.

Meski banyak media cetak yang tutup termasuk koran, contohnha Koran Tempo dan Indopos. Tetapi masih ada beberapa koran cetak Indonesia yang saat ini masih terbit di tengah gempuran era digital.

Kompas
8 Koran Cetak Indonesia yang Masih Terbit di Zaman Digital, Masih Banyak Pembaca?

Harian Kompas terbit pertama kali pada 1965 dan pendirinya adalah PK Ojong dan Jacob Oetama. Dulu Kompas sempat terbit dengan jumlah halaman sampai 52 bahkan lebih dengan beberapa bagian segmen.

Sampai saat ini koran Kompas versi cetak masih terbit walaupun jumlah halamannya hanya menjadi 20 halaman saja dan ditambah dengan versi epaper.

Media Indonesia
8 Koran Cetak Indonesia yang Masih Terbit di Zaman Digital, Masih Banyak Pembaca?

Media Indonesia terbit pertama kali pada 1970 dan sekarang merupakan bagian dari Media Group bersama dengan Metro TV. Sampai saat ini Media Indonesia edisi cetak masih terbit selain dengan versi websitemya yaitu medianindonesia.com

Koran Sindo
8 Koran Cetak Indonesia yang Masih Terbit di Zaman Digital, Masih Banyak Pembaca?

Dulunya bernama harian Seputar Indonesia dan pertama kali terbit pada 2005 di bawah naungan MNC Group dan merupakan versi koran dari program berita Seputar Indonesia RCTI. Kemudian koran ini berganti nama menjadi Koran Sindo karena masyarakat sering menyingkat Seputar Indonesia menjadi Sindo. Sampai saat ini Koran Sindo versi cetak masih terbit walaupun dengan eksemplar yang terbatas.

Pikiran Rakyat
8 Koran Cetak Indonesia yang Masih Terbit di Zaman Digital, Masih Banyak Pembaca?

Pikiran Rakyat adalah surat kabar daerah Jawa Barat yang terbit pertama kali pada 1950 dan koran ini terkenal di masyarakat Jawa Barat. Walaupun masih terbit secara cetak, namun Pikiran Rakyat juga terkenal karena media online-nya yang “menindas” para blogger kecil dengan membabat habis keyword dan menguasai SERP Google di hampir semua kategori.

Tribun Network
8 Koran Cetak Indonesia yang Masih Terbit di Zaman Digital, Masih Banyak Pembaca?

Sama seperti Pikiran Rakyat, Tribun Network juga kurang begitu disukai oleh sebagian masyarakat karena kualitas websitenya. Akan tetapi versi cetak dari Tribun ini juga masih terbit. Menariknya, kualitas berita dan tulisan tribun versi cetak ini jauh lebih baik daripada versi websitenya dan berbanding jauh.

Tribun Network sendiri adalah surat kabar daerah yang berada di bawah naungan Kompas Gramedia.

Jawa Pos
8 Koran Cetak Indonesia yang Masih Terbit di Zaman Digital, Masih Banyak Pembaca?

Jawa Pos merupakan salah satu surat kabar tertua di Indonesia yang berdiri pada 1949 dan masih terbit sampai sekarang. Jawa Pos juga memiliki versi website dan juga epaper.

Jawa Pos memiliki jaringan surat kabar lainnya yang tersebar di Jawa Timur dengan nama “Radar” seperti Radar Surabaya, Radar Bali, Radar Malang, dan yang lainnya.

The Jakarta Post
8 Koran Cetak Indonesia yang Masih Terbit di Zaman Digital, Masih Banyak Pembaca?

The Jakarta Post adalah surat kabar Indonesia berbahasa Inggris yang ditujukan untuk pembaca kalangan menengah ke atas sampai dengan warga asing yang tinggal di Jakarta. The Jakarta Post pertama kali diterbitkan pertama kali pada 1983 dan masih berlangsung sampai sekarang.

Karena termasuk surat kabar premium, The Jakarta Post harganya lebih mahal dari koran biasa dan langganan perbulannya mencapai Rp. 250.000.

Pos Kota

Salah satu pendiri Pos Kota adalah Harmoko dan terbit pertama kali pada 1970. Pos Kota adalah kebalikannya The Jakarta Pos karena ini merupakan surat kabar yang ditujukan untuk kelas menengah ke bawah dengan berita yang didominasi oleh berita kriminal dan sosial masyarakat.

Sampai saat ini Pos Kota masih terbit versi cetaknya dan ada saja peminatnya.

Nah, gan ada koran yang lainnya?

Must Read

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

two × three =