The Lancet Global Health, jurnal medis paling bergengsi di dunia, mengumumkan bahwa sanksi unilateral Amerika Serikat merenggut nyawa 564.000 manusia setiap tahun.
Dilansir Pars Today dari Mehr News Agency, 3 Mei 2026, di tengah gencatan senjata rapuh antara Iran dan koalisi agresor (AS dan rezim Zionis), dunia masih menghitung korban dari kebijakan yang disebut Washington sebagai “kampanye tekanan maksimum”. Pembentukan istilah yang halus ini menyembunyikan kenyataan pahit: sanksi ekonomi pada hakikatnya adalah senjata yang tidak ditujukan pada pemerintah, tetapi pada rakyat biasa.
Sebuah studi yang baru-baru ini diterbitkan di The Lancet Global Health, dengan menganalisis data kematian dari 152 negara antara tahun 1971 hingga 2021, menunjukkan bahwa sanksi unilateral AS merenggut sekitar 564.000 jiwa per tahun, angka yang setara dengan total kematian di semua perang bersenjata di dunia dalam satu tahun. Sebanyak 51 persen korban adalah anak-anak di bawah usia lima tahun.
Libertarian Institute, yang baru saja merefleksikan temuan ini, memperkirakan beban kumulatif sanksi tersebut dari tahun 1971 hingga 2021 mencapai hampir 38 juta orang.
Mark Weisbrot, salah satu penulis utama studi ini, menegaskan bahwa kelanjutan hukuman kolektif semacam ini tidaklah etis dan tidak dapat dipertahankan. Namun demikian, pemerintahan Trump bukan hanya tidak mundur dari jalur ini, tetapi juga menambahkan agresi militer terhadap Iran ke dalamnya.


