pakar keamanan dan militer Irak, Adnan al-Kanani, dalam wawancara dengan jaringan berita Al-Ahed, merujuk pada strategi Iran yang berhasil dalam mengelola perang dan mengatakan bahwa Iran berhasil menggeser medan perang dari dalam wilayahnya ke Selat Hormuz.
Pakar militer tersebut mengatakan bahwa “ketahanan Iran dalam perang kini lebih kuat dibandingkan sebelumnya dan negara ini akan mengubah peta aliansi setelah perang.” Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan menerima persyaratan Amerika Serikat untuk berunding.
Al-Kanani, seraya menyatakan bahwa serangan Angkatan Darat Amerika Serikat terhadap warga sipil di kota Minab dan Sirik dilakukan secara sengaja, mengingat kemampuan teknologi canggih negara tersebut dalam membedakan sasaran militer dan sipil, mengatakan: “Pertempuran direncanakan dengan sangat cermat karena tidak ada ruang untuk kesalahan. Amerika Serikat memiliki teknologi canggih yang mampu membedakan bangunan dari barak militer.”
Ia menegaskan bahwa penargetan sekolah di Minab dan pesta pernikahan di Sirik merupakan kejahatan perang.


