Sayid Abbas Araghchi, Rabu (30/10/2024) dalam artikelnya yang dimuat The Jakarta Post, mengatakan Iran dan Indonesia, dapat memainkan peran strategis dalam mengelola tatanan dunia dengan menurunkan konflik, dan menciptakan stabilitas di kawasan masing-masing.
Baca juga: [KARIKATUR] – Tingkat Penjualan Produk Iran di Pasar Asia Naik Pesat
“Tahun ini bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Republik Islam Iran, dan Republik Indonesia, sebuah tonggak sejarah yang bersamaan dengan dimulainya pemerintahan baru di kedua negara,” tulis Menlu Iran.
Menurut Araghchi, salah satu prioritas kebijakan luar negeri pemerintahan baru negaranya, adalah mempererat hubungan dengan negara-negara independen dan berdaulat seperti Indonesia.
Pada saat yang sama, Menlu Iran, mengabarkan dibukanya penerbangan langsung Iran dan Indonesia dalam waktu dekat. Hal ini, katanya, akan mendorong peningkatan interaksi rakyat dua negara, sehingga dapat membantu meningkatkan pemahaman dan kesadaran dua bangsa.
“Sikap Indonesia, yang berdiri di atas prinsip imparsialitas, non-diskriminatif, universalitas, dan penolakan atas politisasi terutama dalam masalah global seperti hak asasi manusia, menjadi fondasi yang kokoh bagi peningkatan hubungan dua negara di arena internasional,” imbuhnya.
Sehubungan dengan masalah Palestina, Menlu Iran menegaskan, sikap dan langkah yang diambil Republik Islam Iran, dan Republik Indonesia, terkait Palestina, bukan hanya berakar dari prinsip Islam, tapi juga merupakan mandat konstitusi dua negara.
Baca juga: [KARIKATUR] – Iran Berupaya Manfaatkan Kecerdasan Buatan (AI) Untuk Produksi Satelit-satelit Canggih
“Pasal 16 Prinsip Ketiga Konstitusi Iran tahun 1979 memerintahkan dukungan tegas atas kaum tertindas dunia, sementara seperti yang tertulis dalam Pembukaan UUD 1945 Indonesia, bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, hal ini memastikan kedua negara berada di garis depan dukungan komprehensif terhadap rakyat tertindas Palestina,” pungkasnya.


