Poin-Poin Penting Terkait Ayat Puasa Yang Perlu Untuk Lebih Diperhatikan

Purna Warta – Bulan Ramadhan adalah bulan kesembilan kalender hijriah dan salah satu bulan terpenting umat islam. Di bulan Ramadhan yang sangat diperhatikan ini, umat islam melakukan ibadah puasa selama satu bulan dan akan diakhir dengan hari ied atau hari raya.

Banyak yang mengetahui firman Allah Swt terkait puasa, namun dalam ayat tersebut ada sejumlah poin yang perlu untuk lebih diperhatikan.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ. اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗوَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗوَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ.

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 183-184)

Berpuasa itu sendiri adalah sebuah amalan yang tidak mudah pada dasarnya dan manusia tidak begitu saja menerima perintah untuk menahan lapar dan haus seharian. Karenanya, Allah Swt dalam memberikan perintah puasa tersebut tidak begitu saja memberikan perintah dengan tegas. Akan tetapi Allah Swt dalam ayat tersebut memberikan penjelasan pembuka supaya umat islam tidak merasa keberatan dengannya.

Dimulai dengan nada panggilan “wahai orang-orang yang beriman” yang memiliki pengaruh dalam jiwa seseorang. Dalam riwayat dari Imam Sadiq As disebutkan “kenikmatan yang ada dalam panggilan (wahai orang-orang yang beriman) adalah panggilan tersebut menghilangkan letih. Bayangkan seseorang dengan segala keletihan yang dimiliki kemudian datang sang kekasih memanggilnya, sebelum bertanya apa keperluannya, ia sudah merasa lega dengan sang kekasih sekedar memanggilnya, apalagi kekasih tersebut adalah Tuhan yang Maha Pengasih.

Kemudian menjelaskan kewajiban puasa yang akan diberikan kepada kaum mukmin. Namun perlu diperhatikan bahwa Allah Swt menjelaskan kepada umat bahwa kewajiban puasa yang sulit ini tidak hanya dibebankan kepada umat akhir zaman, melainkan sudah dibebankan kepada seluruh umat manusia yang dalam kata lain kewajiban ini adalah kewajiban seluruh hamba Allah Swt dan umat islam tidak perlu merasa dibebani.

Lalu Allah Swt memberikan keterangan berikutnya bahwa kewajiban ini akan dikerjakan dalam jangka waktu tertentu. Keterangan ini memberikan kejelasan bahwa kewajiban ini tidak dikerjakan terus menerus dan hanya dalam jangka waktu terbatas saja sehingga memberikan ketenangan.

Setelah itu Allah Swt memberikan keringanan-keringanan bagi sejumlah orang dan mengizinkan qadha atau mengganti puasa di hari lain atau bahkan jika tak mampu puasa bisa menggantinya dengan memberi makan orang miskin.

Poin penting yang perlu diperhatikan dalam penjelasan ini adalah bahwa Allah Swt dalam menyampaikan kewajiban berat seperti puasa yang berkaitan langsung dengan kegiatan sehari-hari umat manusia sangatlah teliti. Allah Swt menenangkan umat bahwa mereka tidak dianaktirikan dengan beban berat, lalu dengan tegas menjelaskan ibadah ini tidak dilaksanakan setiap hari dan akhirnya memberikan keringanan bagi orang-orang tertentu kendati kuasa dan kemampuan Allah Swt untuk memberikan beban kepada semua tanpa kecuali. Atas dasar itu, sudah sepantasnya kaum mukmin berpuasa tanpa ada rasa beban dan kenggananan.

Terkait poin-poin ini Allamah Thabathaba’i menulis dalam Tafsir Al-Mizan:

“Konteks ayat-ayat puasa menunjukkan adanya hubungan antara satu penggalan ayat dengan berikutnya dimana satu penggalan menyiapkan pendengar terkait penggalan berikutnya. . . . Ketika disebut tentang puasa, Allah Swt menjelaskan “sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu” artinya adalah kalian (orang-orang beriman) tidak perlu merasa berat dan sendirian karena ibadah ini tidak hanya diwajibkan untuk kalian saja, melainkan diwajibkan pula atas umat-umat sebelum kalian. . .  Kewajiban yang diharapkan membawa ketakwaan “agar kamu bertakwa” ini juga tidak menghabiskan seluruh waktu kalian “yaitu beberapa hari tertentu”. . . Dan yang tidak mampu berpuasa bisa menggantinya dengan memberi makan orang miskin. . . . Kewajiban yang mengandung kebaikan kalian semua ini sebaiknya kalina lakukan dengan senang hati tanpa ada paksaan dan kengganan “Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *