Presiden Yaman Ucapkan Selamat kepada Putin, Puji Peran Global Rusia

Presiden Yaman Ucapkan Selamat kepada Putin, Puji Peran Global Rusia

Sana’a, Purna Warta Presiden Dewan Politik Tertinggi Yaman, Mahdi al-Mashat, mengirimkan pesan ucapan selamat kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dalam rangka peringatan Hari Nasional Rusia yang menandai pengesahan konstitusi baru Rusia pada tahun 1992.

Baca Juga : Rusia Wajibkan Aplikasi Pemerintah Super App di Semua Perangkat Mulai 2025

Dalam pesannya, al-Mashat menyampaikan “selamat yang paling hangat” kepada Putin, serta harapan tulusnya agar sang presiden dan rakyat Rusia senantiasa diberkahi kesehatan, kebahagiaan, dan kemajuan yang berkelanjutan.

Al-Mashat menekankan pentingnya peran Rusia dalam membentuk ulang tatanan kekuatan global. Ia menyatakan bahwa dunia menaruh harapan besar terhadap peran Rusia dalam “memulihkan keseimbangan global dan menghambat imperialisme buta yang berusaha menguasai negara-negara berdaulat serta merampas kekayaan bangsa lain.”

Dukung Palestina, Kutuk Kejahatan Genosida
Dalam suratnya, al-Mashat juga menyatakan dukungannya terhadap peran Rusia dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional, khususnya dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.

Baca Juga: Brigade Al-Quds Kuasai Drone Israel dan Dapatkan Informasi Sensitif

Ia mengutuk keras tindakan yang disebutnya sebagai “kampanye genosida terhadap rakyat Palestina yang dilakukan oleh mesin perang Zionis brutal, dengan dukungan imperialisme Amerika.” Menurutnya, aksi-aksi ini melanggar seluruh perjanjian internasional dan prinsip hak asasi manusia.

Pesan itu juga menegaskan kembali komitmen Yaman untuk mempererat hubungan persahabatan dengan Rusia di berbagai bidang. “Kami berkomitmen memperdalam hubungan yang memperkuat stabilitas regional dan internasional,” tulis al-Mashat.

Gaza Dilanda Bencana Kemanusiaan
Ucapan ini muncul di tengah krisis kemanusiaan yang terus memburuk di Gaza. Pejabat kemanusiaan PBB, Tom Fletcher, memperingatkan kondisi kelaparan ekstrem yang mengancam warga Gaza. Ia menyatakan bahwa warga Palestina “dibunuh hari demi hari, hanya karena berusaha mencari makan.”

Baca Juga : Iran Ancam Serang Fasilitas Nuklir Rahasia Israel Jika Diserang

Sementara itu, Gaza Humanitarian Foundation (GHF), yang didukung oleh “Israel” dan AS, menghentikan operasi untuk hari kedua berturut-turut setelah sedikitnya 27 warga sipil tewas dan ratusan lainnya terluka akibat tembakan langsung tentara Israel saat pembagian bantuan di Rafah.

Pada hari yang sama saat AS memveto resolusi gencatan senjata di Gaza, tentara Israel membunuh sedikitnya 62 warga Palestina. Hingga kini, lebih dari 54.600 warga Palestina tewas dan 125.341 lainnya terluka sejak perang genosida dimulai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *