Damaskus, Purna Warta – Media-media Yaman melaporkan bahwa delegasi Oman tiba di Sana’a bersama dengan kepala tim negosiasi Pemerintah Keselamatan Nasional Yaman dalam upaya untuk melanjutkan perundingan dan negosiasi dengan koalisi Saudi.
Menurut laporan ini, Mohammed Abdul Salam, ketua komite negosiasi Pemerintah Keselamatan Nasional Yaman, bersama dengan delegasi Oman, tiba di Sana’a pada hari Kamis (17/8).
Baca Juga : Gerakan Mencurigakan Amerika Serikat di Perbatasan Suriah
Tanggal 8 April lalu, delegasi Arab Saudi dan Oman bertemu dengan pejabat Pemerintah Keselamatan Nasional Yaman dalam perjalanan ke Sana’a dan membahas cara untuk memperpanjang gencatan senjata dan membangun perdamaian di Yaman.
Abdul Salam, di akun Twitternya tentang hal ini, menulis: Bersama delegasi Oman, kami memasuki Sana’a untuk berunding dengan para pemimpin Yaman, menilai tahapan dan melanjutkan proses negosiasi, termasuk peninjauan kembali kasus-kasus kemanusiaan.
Menurut laporan kantor berita Al-Masirah, Sayyid Abdul Malik Badr Al-Din Al-Houthi menekankan dalam pidatonya pada hari Sabtu lalu bahwa kelanjutan dari kebijakan Arab Saudi yang agresif dan salah serta campur tangan yang jelas dalam urusan internal bangsa Yaman tidak akan pernah membawa perdamaian.
Baca Juga : Seorang Warga Sipil Tewas Akibat Serangan Artileri Arab Saudi
Dia telah menyatakan:
Kami tidak akan pernah menerima diam dalam menghadapi kelanjutan situasi ini dan penderitaan bangsa Yaman. Dan tidak mungkin untuk tetap diam di hadapan keinginan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab untuk menerapkan rencana Amerika Serikat dan Inggris terhadap negara kita, termasuk perang, pendudukan, dan perampasan kekayaan alam nasional.
Koalisi Arab yang dipimpin oleh Arab Saudi mulai menyerang negara ini sejak tanggal 26 Maret 2015 dengan dalih mengembalikan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi yang telah mengundurkan diri ke tampuk kekuasaan dan menimbulkan banyak kerugian dan korban jiwa bagi rakyat Yaman.
Ratusan ribu rakyat Yaman terbunuh dan terluka dalam perang ini dan menyebabkan kerugian puluhan miliar dolar terhadap perekonomian negara ini.
Menurut sebuah laporan dari kantor berita Al-Mayadeen, Abdul Salam menunjukkan bahwa kunjungan delegasi Oman ke Sana’a sejalan dengan mediasi negara ini untuk menghidupkan kembali negosiasi, dan dia mengatakan: Kami mencoba memulai negosiasi dari kasus kemanusiaan dan konsekuensi bencananya.
Baca Juga : Amerika Selundupkan 40 Truk Tanker Minyak Suriah
Ditambahkannya, jika negosiasi tidak dimulai dengan implementasi klausul kemanusiaan, maka niat positif pihak lain tidak bisa dipercaya.
Abdus Salam menekankan perlunya memperbaiki semua bandara dan pelabuhan serta menghapus semua pembatasan.


