Peningkatan 4 Kali Lipat Jumlah Pekerja Anak di Yaman

Peningkatan 4 Kali Lipat Jumlah Pekerja Anak di Yaman

Sana’a, Purna Warta Fenomena pekerja anak telah meluas dalam beberapa tahun terakhir di Yaman, laporan organisasi hak asasi manusia setempat menunjukkan bahwa tingkat pekerja anak di Yaman sekarang lebih dari empat kali lipat sebelum dimulainya agresi koalisi Saudi melawan negara ini, yang disebabkan oleh dampak perang, pengepungan dan memburuknya kondisi kehidupan, serta ekonomi.

Baca Juga : Tentara Suriah Gagalkan Serangan Pesawat Tak Berawak di Hama dan Idlib

Qabil yang berusia 11 tahun adalah salah satu dari anak-anak pekerja Yaman yang mendapati dirinya menghadapi kesulitan dalam hidup setelah perang yang dipaksakan oleh Arab Saudi melawan negaranya, dia meninggalkan sekolahnya dengan semua impian masa kecilnya dan kondisi sulit dalam hidupnya memaksanya untuk menghabiskan sebagian besar hidupnya di jalanan di kota Sana’a agar bisa menghidupi keluarganya dengan berjualan sayuran.

Dia berkata: Saya putus sekolah ketika saya kelas tiga dan saya telah bekerja dengan gerobak selama 5 tahun untuk membantu ayah saya dalam menafkahi keluarga, karena kami tidak memiliki gaji atau penghasilan.

Usman, juga sama seperti Qabil, terpaksa bekerja di bengkel mobil, yang sangat melelahkan baginya.

Dia berkata: Saya bekerja di bengkel untuk membantu ayah saya, saya mempunyai empat saudara laki-laki yang harus kami tanggung biayanya. Saya putus sekolah menengah.

Baca Juga : Suriah Tuntut Tindakan Dewan Keamanan untuk Hadapi Rezim Zionis Israel

Para ahli mengatakan alasan meningkatnya fenomena ini adalah buruknya situasi ekonomi yang disebabkan oleh pengepungan dan perang, kemiskinan, pemotongan gaji, kurangnya pendapatan dan pengungsian.

Menurut laporan organisasi hak asasi manusia, sekitar 1.400.000 anak Yaman putus sekolah demi mencari nafkah, dan 11 juta anak lainnya membutuhkan dukungan.

Arab Saudi, yang memimpin koalisi Arab dan di bawah dukungan dan perintah Amerika Serikat dan dengan keberpihakan Perserikatan Bangsa-Bangsa, sejak 26 Maret 2015, dalam klaim upaya mengembalikan presiden Yaman yang telah mengundurkan diri ke tampuk kekuasaan, telah melakukan agresi militer terhadap Yaman dan memblokade negara itu melalui darat, udara dan laut.

Agresi militer ini tidak mencapai satu pun tujuan koalisi agresor Saudi dan hanya menyebabkan puluhan ribuan warga Yaman tewas dan terluka, mengakibatkan pengungsian jutaan warga, penghancuran infrastruktur negara, penyebaran kelaparan dan penyakit menular serta menyebabkan paceklik.

Baca Juga : Serangan Teroris di Latakia Suriah Sebabkan Satu Orang Terluka

Selama lebih dari delapan tahun, Yaman telah menyaksikan perang berkelanjutan antara angkatan bersenjata dan Komite Rakyat Yaman melawan pasukan koalisi agresor Saudi, yang konsekuensinya tercermin dalam berbagai dimensi dan menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa, telah menjadi krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *