Pemimpin Kelompok Kurdi di Turki Menyeru Pengikutnya Untuk Letakkan Senjata, Potensi Perdamaian

Kelompok Kurdi

Purna Warta – Pemimpin kelompok militan Kurdi di Turki Abdullah Ocalan meminta para pengikutnya dari PKK atau Partai Pekerja Kurdi untuk meletakkan senjata mereka dan bubarkan kelompok. Hal ini memunculkan potensi berakhirnya konflik berkepanjangan dengan Turki yang sudah menewaskan puluhan ribu orang.

Baca juga: Sanksi Baru Amerika Terhadap Rusia Telah Diberlakukan Secara Resmi

“Aku membuat seruan untuk pelucutan senjata dan aku ambil pertanggungjawaban atas seruan historis ini” ujar pemimpin yang sedang mendekam di penjara itu. “Semua kelompok harus letakkan senjata mereka dan PKK harus membubarkan diri” tambahnya.

Ocalan mengatakan bahwa sudah ribuan tahun Turki dan Kurdi memiliki hubungan kooperasi dan sekutu yang 200 tahun lalu hubungan tersebut rusak lalu memicu konflik. “Kini, tugas utama adalah mengembalikan hubungan historis yang telah menjadi rapuh ini”.

Turki berkonflik dengan PKK selama hampir lima dekade. Kebanyakan konflik antara kedua kubu terfokus perihal keinginan kelompok Kurdi untuk mendirikan negara mandiri yang terpisah di bagian Tenggara wilayah Turki. Namun, kini kelompok tersebut justru menuntut otonomi di dalam Turki.

“Tidak ada alternatif dari demokrasi dalam mengejar dan merealisasi sebuah sistem politik. Konsensus demokratis adalah metode fundamental” ujar Ocalan.

Baca juga: Klinik Transgender di India Tutup Akibat Terputusnya Aliran Dana Dari Amerika

Menurut Ocalan, PKK mendapatkan dukungan di kalangan warga Kurdi pada masa lalu akibat tertutupnya haluan-haluan politik demokratis di masa itu.

Sebagian pakar mengatakan bahwa konflik berkepanjangan meletihkan PKK dan Erdogan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengakhir konflik dengan cara yang membuat Turki tampil sebagai pemenang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *