Al-Quds, Purna Warta – Laporan menyebutkan bahwa Israel menembakkan rudal di utara Palestina yang diduduki, dan beberapa sumber menyebut bahwa rudal tersebut mungkin bersifat balistik.
Kemungkinan uji tembak ini terkait dengan perusahaan Rafael. Warga di utara Palestina yang diduduki dan selatan Lebanon dilaporkan menyaksikan uji tembak rudal ini.
Uji rudal oleh rezim Israel bukan hal baru. Sebelumnya, rezim ini beberapa kali melakukan uji tembak melalui sistem pertahanan udara Iron Dome dan David’s Sling untuk mencegat rudal jelajah dan balistik, serta menguji rudal dengan kapasitas membawa hulu ledak nuklir.
Enam tahun lalu (2019), media Israel melaporkan bahwa rezim ini mengujicoba rudal jarak jauh yang mampu membawa hulu ledak nuklir.
Situs berita Akka, mengutip surat kabar Israel Maariv, melaporkan bahwa uji tembak ini dilakukan dari pangkalan militer Palmachim di wilayah pusat Palestina yang diduduki, dengan pengawasan Kementerian Pertahanan Israel.
The Jerusalem Post pada 2020, mengutip Kementerian Pertahanan Israel, juga melaporkan beberapa uji tembak yang dilakukan oleh sistem pertahanan udara Iron Dome dan David’s Sling untuk mencegat rudal jelajah dan balistik. Media Israel itu mengklaim bahwa Iron Dome untuk pertama kali berhasil mencegat rudal jelajah.
Perusahaan sistem canggih Rafael, bekerja sama dengan angkatan udara dan laut Israel, bertanggung jawab atas pelaksanaan uji tembak ini melalui situs di wilayah pusat Palestina yang diduduki.
Kementerian Pertahanan Israel menyatakan bahwa Organisasi Pertahanan Rudal Israel dan Rafael menunjukkan kemampuan Iron Dome untuk mencegat berbagai sasaran, termasuk drone dan rudal jelajah. Selain itu, kemampuan operasi simultan (Perekat, David’s Sling, dan Iron Dome) dan pencegatan berbagai sasaran berbeda dalam satu konflik juga dipertontonkan.


